Polisi Rekontruksi Pembunuhan Kakek Terkait Isu Dukun Santet

Kapolres Lumajang pimpin rekontruksi
Lumajang,(DOC)-Polres Lumajang melakukan rekontruksi  kasus pembunuhan terhadap Mursam (64) warga Dusun Lapak, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Senin (18/11/2019).

Rekonstruksi pembunuhan korban yang dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban di lokasi kejadian di Jalan Desa Kalidelem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tampak puluhan warga Desa setempat melihat langsung olah TKP berlangsung.

Selama pelaksanaan rekontruksi berlangsung lokasi tersebut di beri garis police.

Dilokasi kejadian, sebuah patung manusia diletakkan di tengah jalan tempat sebelumnya korban dibunuh.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, hari melaksanakan rekontruksi untuk melihat proses terbunuhnya korban.

"Ada 7 adegan yang diperlihatkan mulai dari posisi tubuh, posisi kepala, sarung dan kaki. Korban mengalami luka pada leher, dan pundak akibat ditebas senjata tajam," ujar Arsal kepada sejumlah awak media di lokasi kejadian.


Baca Juga: Diduga Punya Ilmu Santet, Kakek di Lumajang dibunuh
Melihat luka bacoknya, dugaan sementara korban di bacok menggunakan clurit.

"Perlukaan yang lebar dan cukup dalam di area leher dan punggung mengindikasikan kalau korban di bacok dari arah belakang menggunakan clurit," Ucap Arsal.

Untuk motif sementara yakni korban karena adanya isu sebagai dukun santet. Dijelaskan Kapolres Ada beberapa peristiwa kematian warga yang dikaitkan dengan keberadaan korban pada saat itu.

"Dugaan itu bermula dari empat tahun lalu berdasarkan cerita warga, korban pernah menginap di beberapa tempat dan saat menginap di rumah warga, pemilik rumah selalu meninggal dunia," kata Arsal.

Saat korban Mursam tinggal di rumah tetangganya bernama H. Ismail, tak berselang lama H. Ismail meninggal dunia, sehingga keluarga H. Ismail mengusir Mursam dari rumah duka.

Kemudian Mursam sempat tidur di gubuk penarikan amal, namun ia memutuskan untuk menumpang di rumah H. Husen di Kalidilem selama enam bulan dan tiba-tiba pemilik rumah meninggal dunia dan setelah 40 hari meninggalnya Husen, Mursam pun akhirnya meninggalkan Desa Kalidilem.

"Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem, setelah 4 tahun, Mursam pun kembali ke desa tersebut karena ada kerabatnya yang meninggal dan setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban begadang dengan beberapa warga dan pamit ke belakang untuk ke kamar mandi, tidak lama kemudian korban ditemukan meninggal dunia ditengah jalan Desa," terangnya.

Arsal mengatakan, korban Mursam dibunuh  karena isu dukun santet dan sebagian besar warga Desa Kalidilem yakin bahwa korban memiliki ilmu hitam karena beberapa tahun lalu warga meninggal saat korban menginap di rumahnya.

"Seharusnya warga tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet, apalagi tidak ada fakta yang konkret yang mengatakan Mursam adalah dukun santet. Pelaku pembunuhan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik Tim Cobra Polres Lumajang akan mencari pelakunya," katanya.

Sementara itu, Kepela Desa Abdullah menjelaskan, sejak dulu Mursam sudah diduga sebagai penganut ilmu hitam oleh warga sekitar. Korban sendiri pernah disumpah pocong karena diduga sebagai dukun santet oleh warga sekitar ada tahun 2006.

"Kami sudah memanggil Mursam korban ke kantor kepala Desa tapi tidak pernah datang.  Isu ini sudah tenggelam namun muncul kembali pada 2014 dan dilakukan kembali pengambilan sumpah pocong. Ketika akan dilangsungkan sumpah tersebut, warga mulai ragu dan tidak jadi melaksanakan pengambilan sumpah tersebut" ujarnya.(Mam)







Posting Komentar

0 Komentar