Tolak Terorisme dan Radikalisme, Ratusan Warga Lumajang Turun ke Jalan

Ratusan warga gelar aksi turun jalan tolak Radikalisme
Lumajang,(DOC) - Ratusan masyarakat Lumajang turun ke jalan menolak paham radikalisme berkembang di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Lumajang.

Hal ini adalah buntut atas terjadinya upaya penyerangan terhadap Jendral TNI DR. H Wiranto SH, SIP, MM selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) di Alun-alun Menes Kabupaten Pandeglang, Banten, Pada Kamis 10 Oktober 2019.

Pawai tolak Radikalisme masyarakat Lumajang tersebut memusatkan aksinya di sekitaran Alun-Alun Lumajang.

Selain mengutuk keras penyerangan terhadap Menkopolhukam, para pengunjuk rasa juga menyatakan wilayah Lumajang bersih dari teroris dan radikalisme yang berpaham JAD (Jamaah Ansharut Daulah) dan faham-faham lainnya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengatakan bahwa paham radikalisme sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan Indonesia. “

"Paham atau aliran radikal adalah paham  yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan dan drastis, sikap ekstrem dalam aliran politik," tuturnya.

Dijelaskan Arsal, Radikalisme ini ada berbagai macam bentuknya. Ada yang mengatasnamakan agama dan membetuk negara baru, ada pula yang memang terang-terangan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, ataupun yang hanya ingin mengacaukan keamanan.

"Dari berbagai macam radikalisme tersebut sangat berbahaya bagi bangsa ini. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tak mudah dipengaruhi oleh paham radikalisme dengan memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kapolres.

Dienof Fery Santoso (49) koordinator aksi menyatakan dirinya bersama seluruh masyarakat Lumajang berjanji akan memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Tak bisa dipungkiri, aksi radikalisme yang mengarah penyerangan terhadap Menkopolhukam beberapa hari yang lalu adalah tindakan radikalisme oleh seorang pengecut. Kita sudah memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa, tak perlu lagi adanya tindakan radikalisme semacam itu di NKRI. Kami sebagai warga Lumajang menolak keras tumbuhnya radikalisme di Indonesia,” ujarnya. (Mam)

Posting Komentar

0 Komentar