Tim Cobra Polres Lumajang Ungkap Sabu Seberat Hampir 5 Kg Jaringan Sokobana

Kapolres Lumajang melakukan penggeledahan tas koper berisi sabu
Diduga Jaringan Internasional, Tim Cobra Ungkap Sabu Seberat Hampir 5 Kg
 
Lumajang, (DOC) - Tim Cobra Res Narkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap Sabu  sebarat  hampir 5 kg yang tak lain merupakan jaringan Sokobana, Kabupaten Sampang, Madura.

Pengungkapan sabu seberat hampir 5 kg setelah tim cobra Res Narkoba berhasil menangkap Ali Wafa (26) warga Sokobana, Kabupaten Sampang di rumah kontarakan di Lumajang, pada Rabu 31 Juli 2019 silam.

Setelah itu, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Hanif Rohman (27) warga Dusun Krajan, Desa Tempeh Lor, Kabupaten Lumajang dengan mengamankan sabu seberat hampir 5 kg atau tepatnya seberat 4,87 kg senilai 5 milyar Rupiah yang di simpan di dalam tas koper oleh tersangka.

Penggeladahan dirumah tersangka Hanif Rohman dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban.
Kapolres Lumajang menunjukan barang bukti sabu
Polisi menemukan sabu ditaruh di koper warna coklat yang ditaruh di atap rumah tersangka, kemudian tersangka disuruh mengambil sabu tersebut yang disimpan di atap rumahnya.

Selanjutnya, tas koper tersebut langsung dibuka ternyata berisi 4 (empat) bungkus plastik warna hijau kemasan teh dengan tulisan/aksara Cina dalam kondisi utuh belum terbuka yang diduga berisi Shabu dan 1 (satu) bungkus plastik warna hijau kemasan teh dengan tulisan/aksara Cina dalam kondisi terbuka (sobek) yang berisikan Shabu dengan kondisi tercecer (tumpah) di dalam koper.

Barang bukti sabu ditemukan cukup besar yakni mencapai 4,87 Kg ditemukan di dalam rumah kosong. Ke 4 plastik tersebut berisi sabu seberat masing-masing 1,04 Kg dan 1 plastik berisi sabu seberat 0,66 Kg karena satu plastik tersebut rusak.

Ketika diintrogasi Polisi, tersangka hanya tertunduk lesu. Dia mengaku tidak tahu jika koper berisikan sabu.

Dibilangnya Hp kata tersangka Hanif oleh yang menyuruh dan ia kenal melalui media sosial, Hanif setakad menerima upah hingga puluhan juta rupiah

Dia mengaku kenal Sabu itu berasal dari jaringan Sokobana-Madura yang diminta dikrimkan ke Jakarta oleh seorang bandar.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Hanif Rohman merupakan pengembangan dari tersangka sebelumnya yakni Ali Wafa (26) warga Sokobanah, Madura dengan barang bukti yang disita sabu seberat 77,7 gram.

"Penangkapan Hanif Rohman yang memiliki sabu seberat 4,87 kg adalah buah pengembangan dari kasus Ali Wafa atas kepemilikan sabu 77,7 gram, yang terkait dengan jaringan Sokobana. Saya tak sudi jika wilayah hukum Polres Lumajang dijadikan jalur pelarian para kartel narkoba. Jika memang masih berani masuk wilayah saya, maka Tim Cobra tak segan menangkap para kartel narkoba,” ujar Kapolres Lumajang pada awak media.

Arsal menjelaskan, di Lumajang sendiri Narkoba jenis sabu seberat 4,87 Kg di seludupkan dengan cara melapisi Narkoba jenis  sabu tersebut dengan bungkus teh Hijau yang kemudian di susun dalam sebuah koper. Upaya tersebut dilakukan untuk mengelabuhi pemeriksaan  petugas.

"Tapi upaya tersebut tidak dapat mengelabuhi kami dengan mudah, karena sepintar-pintarnya pelaku kejahatan, Polri pasti lebih pintar dan dapat mencium niat jahat para pelaku Kriminalitas," tegasnya.

Kasat Reserse Narkoba AKP Ernowo SH menjelaskan pelaku melanggar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No. 35 th 2009.

"Pelaku akan mendapat ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah karena memang terbukti menyimpan, mengedarkan dan juga menggunakan narkotika tersebut," ujarnya.

Menanggapi tengkapan yang dinilai cukup fantastis tersebut, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si angkat bicara.

Ia menerangkan, bahwa jalur masuk barang haram tersebut ke wilayah Jawa Timur cukup bervariasi, baik melalui jalur darat, laut maupun udara dan melewati beberapa kota besar seperti Batam, Jakarta, Pontianak, dan Surabaya.

"Namun demikian, kesemuanya bermuara di Kecamatan Sokobanah, Sampang,’' ujar Kapolda Jatim.

Sebagai catatan, diakhir Juli kemarin, Ditresnarkoba Polda Jawa Timur menggrebek Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang untuk membongkar sindikat peredaran narkoba skala internasional.

Bahkan dalam penggrebekan tersebut, informasi yang dihimpun media ini dari pihak kepolisian, Kapolda Jawa Timur turut memipin operasi menggunakan helikopter untuk mempermudah penggrebekan.

Dalam perasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 50 Kilo gram sabu dan 99 butir ekstasi senilai total 74 Miliar Rupiah.(Mam)


Posting Komentar

0 Komentar