Kapolres dan Dandim Ikut Melakukan Pemadaman Api di Hutan Gunung Semeru

Kapolres dan Dandim ikut melakukan pemadaman api
Lumajang,(DOC)-Hutan di kawasan lereng Gunung Semeru kembali terbakar, Senin (30/9/2019) kemarin.

Atas kejadian tersebut, Selasa (1/10/2019) Tim Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali diberangkatkan untuk melakukan pemadaman api di kawasan Gunung Semeru.

Tiba di lokasi, tim  Tim Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)  terdiri dari TNI, Polri, BPBD, TNBTS, Relawan Bencana dan sejumlah Masyarakat Desa Ranupani melakukan pemadaman api.

Selain tim gabungan, tampak Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal dan Dandim 0821 Letkol Achmad Fauzi juga melakukan pemadaman api di hutan milik TNBTS.

Jenis tanaman yang terbakar adalah tanaman alang-alang, semak dan tumbuhan bawah lainya.

Ditemui dilokasi, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menyatakan, tim gabungan sudah melakukan pemadaman di titik api yang berada di hutan kawasan Gunung Semeru.

"Sebenarnya yang terbakar itu hanyalah semak blukar yang berada di wilayah Teletubbies, bahkan tak ada pohon yang terbakar," tuturnya.
Petugas gabungan tampak melakukan pemadaman

Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi menyampaikan, untuk itu kepada  Tim Penanggulangan Karhutla untuk selalu berhati-hati mengingat di kawasan Gunung Semeru kembali muncul titik api yang membakar lahan.

"Saya imbau nanti rekan-rekan yang bergabung dengan Tim Penanggulangan Karhutla untuk selalu berhati-hati, dan mengutamakan keselamatan diri saat memadamkan api di lereng Gunung Semeru," ujarnya

Sementara, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Jhon Kennedy mengungkapkan, bahwa yang terpenting saat ini adalah melaksanakan pemadaman, agar tidak sampai ke pemukiman masyarakat.

Ia juga mengungkapkan, tahun ini hutan di wilayah Gunung Semeru terbakar kembali sejak lima tahun yang terakhir, sehingga semak dan rumput yang ada di area hutan menjadi lebih rimbun, saat kemarau panjang menjadi kering dan mudah terbakar.

"Kita semua berharap, kebakaran dapat segera teratasi dan tidak sampai mengganggu aktifitas masyarakat Desa Ranupani," pungkasnya (Mam)



Posting Komentar

0 Komentar