Iklan

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Serahkan Santunan Asabri Kepada Dua Ahli Waris Anggota yang Meninggal Dalam Tugas

Komandan Lanud memberikan santunan
Lumajang,(DOC)- Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang Marsma TNI Hesly Paat didampingi Kepala Dinas Personel Kolonel Pnb Toto Ginanto, S.T, M.A.P., menyerahkan santunan Asabri berupa Santunan Resiko Kematian Khusus Karena Tewas (SRKK-Tewas) kepada dua ahli waris anggota Lanud Abdulrachman Saleh yang meninggal dunia dalam tugas beberapa waktu lalu.

Penerima santunan adalah Peltu (Purn) Bambang Tri Haryanto, orang tua Serda Fahmi Rizki Rachmaddea, Bintara Teknik Skadron Udara 4 dan Nyonya Agung Riyanto istri Serda Agung Riyanto, Bintara Elektronika Skadron Teknik 022.

Penyerahan di dilaksanakan di ruang tamu Spri Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Rabu (4/9/2019) dihadiri pula oleh perwira staf Dinas Personel dan dua komandan skadron sebagai atasan kedua almarhum yaitu Letkol Pnb Wisnu Aji Prabowo, S.Sos., Komandan Skadron Udara 4 dan Letkol Tek Sutarto, ST., M.A.P., Komandan Skadron Teknik 022.  

Dalam pesannya Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat berharap santunan tersebut akan dapat bermanfaat untuk para ahli warisnya masing-masing.

“Kita harus kuat, karena semuanya sudah ada yang mengatur kehidupan kita. Sebagai Keluarga Besar TNI Angkatan Udara, saya doakan agar anak-anak almarhum ke depan dapat meniti kehidupannya dengan baik”. Harap Danlanud.

Sementara, (DOC) - Menurut Mayor Adm I Dewa Gede AJK, Kasi Binpersman, Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh, dua anggota Lanud Abdulrachman Saleh yang mendapat santunan SRKK-Tewas karena meninggal dunia saat masih melaksanakan tugasnya masing-masing.

Serda Fahmi Rizki Rachmaddea, Bintara Teknik Skadron Udara 4 meninggal dunia saat berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah ketika musibah Gempa Bumi terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Saat itu Serda Fahmi Rizki Rachmaddea tengah bertugas sebagai atlet Para Layang mewakili Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan Serda Agung Riyanto meninggal dunia pada 11 Agustus 2018 lalu karena kecelakaan tunggal di ujung landasan Lanud Abdulrachman Saleh, yang tercatat masih dalam rangkaian tugas pembangunan monumen pesawat. (Mam)

Posting Komentar

0 Komentar