Kebakaran Hutan Lereng Gunung Semeru Mulai Padam

Petugas melakukan pemadaman
Lumajang,(DOC)-Kebakaran hutan di lereng Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur berbagai titik sudah mulai padam.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, Titik api yang sudah berhasil dipadamkan berada di lokasi Gunung Kepolo, Arcopodo, kelik, Watu Pecah, Watu Rejeng, Ayek-ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo dan watu Tulis.

"Sebelumnya dampak area yang terbakar seluas 80,1 hekter, pada hari ke enam menjadi 93 hekter," ujarnya.

Lokasi tersebut cukup jauh jangkauan kurang lebih 17 KM dari posko Ranupani dengan medan yang sangat terjal sehingga tim masih melakukan pemantauan dan koordinasi lebih lanjut.

"Sore hingga malam hari kemarin kondisi cuaca di lokasi gerimis dan berkabut dan semoga segera turun hujan untuk membantu pengendalian akhir karhut," tutur Wawan.

Personil pemadaman sampai dengan hari ini total berjumlah 329 orang terdiri dari Petugas TNBTS, BPBD Propinsi Jawa Timur, BPBD Lumajang, Kodim/Koramil Lumajang, Tim Kobra Polres Lumajang, Saver, Pramuka Peduli, Gimbal Alas, Komunitas Porter, Masy Relawan Indonesia ACT, Masy Mitra Polhut, Manggala Agni, Tim Evakuasi Mandiri Ranupani, Pasrujambe, Duwet dan desa skitarnya dg sistem shift.



Batu Puanter Kodim 0821 Lumajang Peltu Ocik Ahmadi menyampaikan, bahwa pemadaman api yang menggunakan alat sederhana dan peraonel yang terbatas ditambah medan yang suli membuat proses pemadaman mengalami kesulitan, tetapi berkat hujan yang turun semalam api di beberapa titik kawasan Gunung Semeru dapat dipadamkan.

"Sebagai antisipasi, TNI (Kodim 0821, red) akan selalu berkoordinasi dengan semua pihak dan siap untuk lakukan penanganan karhutla jika kembali terjadi, karena kami tidak ingin dampaknya berpengaruh terhadap kelestarian alam maupun dirasakan oleh masyarakat," katanya.


Pihaknya akan memberikan sosialisai kepada masyarakat, untuk turut serta menjaga kawasan hutan, agar karhutla tidak terjadi lagi.

"Bersama dengan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kita akan selalu berkoordinasi untuk melakukan pemantauan kawasan hutan Gunung Semeru, sehingga jika terjadi karhutla dapat segera di atasi," pungkasnya.

Sebelum melakukan pemadaman tim gabungan , pada Jumat (27/9/2019) pagi melaksanakan shalat Istiqah di halaman Pos Resort Pangkuan Taman Nasional (RPTN), Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Acara shalat Istisqo dipimpin Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi, S. E.

Pada hari sebelumnya, Kamis (26/9/2019) siang Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati didampingi Dinkes Lumajang, dan Ka BPBD Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar