Bangunan Tempat Presentasi Member QNet di Segel Tim Cobra Polres Lumajang

Rumah tempat presentasi di segel
Madiun,(DOC)-Bos Multilevel Marketing (MLM) Muhammad Karyadi (48) beberapa pekan lalu diamankan tim Cobra Polres Lumajang di rumahnya Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Tersangka merupakan Direktur PT Amoeba International yang berafiliasi dengan PT Q-Net itu menjalankan bisnis dengan sistem money games.

Muhammad Karyadi ditangkap atas dugaan tipu daya dengan janji penghasilan jutaan.

Usai menangkap Muhammad Karyadi, pada Selasa (10/9/2019) kemarin Tim Cobra Polres Lumajang mendatangi bangunan milik bos QNet di Desa Suinggahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Kedatangan Tim Cobra Polres Lumajang yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Hasran Cobra untuk menyegel.

AKP Hasran Cobra Kasat Reskrim Polres Lumajang mengatakan, bangunan yang berada di depan rumah mewah milik Karyadi ditengarai sebagai tempat presentasi untuk perekrutan sekaligus pencucian otak para member baru yang akan bergabung dengan bisnis perdagangan sistem piramida yang dijalankan Karyadi.

"Hari ini kita melakukan pengecekan langsung apakah masih ada yang dibutuhkan untuk keperluan penyidikan dan mengantipasi jangan sampai ada pengalihan objek," ujarnya kepada sejumlah awak media.

Dijelaskan Hasran, sistem piramida merupakan salah satu sistem perdagangan yang dilarang berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan."Karena mekanisme kerjanya adalah mencari kaki kebawah untuk bisa mensuport ke atas," tuturnya.
Polisi pasang police line

Lanjut dia, fakta yang ditemukan menjalankan sistem piramida. 'Dimana satu cakra 7-10 juta, itupun nilai barang tersebut cuma 13,5 persen," Ungkap Kasat Reskrim.

Penangkapan Karyadi bermula dari laporan anak hilang beberapa waktu lalu. Anak tersebut ternyata ditemukan bergabung sebagai member dalam bisnis yang dilakukan Karyadi. Namun, dibalik pengungkapan itu, petugas justru menganalisa adanya tindak pidana yang lebih besar.

"Jadi dia bergabung untuk jadi orang sukses dengan iming-iming imbalan Rp 3 juta kerjanya mendata. Ternyata datang kesini hanya dicuci otaknya untuk bergabung jadi member sistem piramida. Jadi mereka tidak tertarik dengan barangnya tetapi sistemnya," jelasnya.

Tersangka Muhammad Karyadi dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal Pasal 105 KUHP jo 109, Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dan atau pasal 378 KUHP.

"Dan dugaan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) juga masih dalam proses," pungkasnya.(Mam)





Post a Comment

0 Comments