Anak Dibawah Umur Disekap 2 Tahun, Keluarga Korban Diancam Ditembak

Kapolres saat berbincang dengan korban
Lumajang,(DOC)-Penemuan senjata api rakitan di Desa Ranugolong, Kecamatan Randuagung beberapa waktu lalu, ternyata memiliki cerita pelik yang menyelimutinya.

Yakni Yanto (40) yang merupakan pemilik senjata api rakitan illegal tersebut memiliki hubungan dengan anak MA (49) berinisial UH (14).

Namun demikian M.A menjelaskan dirinya dua tahun yang lalu terpaksa menerima pinangan dari Yanto lantaran takut diancam akan dibunuh.

Saat itu M.A menolak pinangan tersebut karena sang anak masih berumur 12 tahun dan masih kelas 5 SD.

Bahkan UH juga mengatakan diajak berhubungan badan dengan Yanto dibawah ancaman dari pelaku. UH pun tak berani melawan permintaan dari pelaku atas ancaman tersebut.

Korban pun juga dilarang melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. UH hanya menyelesaikan pendidikan nya hingga jenjang SD.

Baca Juga: Tim Cobra Polres Lumajang Temukan Senjata Api Rakitan
 
M.A mengatakan dirinya takut melaporkan ke pihak Kepolisian.

“Ini adalah puncak dari penderitaan keluarga saya. Saya sudah tidak kuat mendapatkan intimidasi dari pelaku. Padahal hampir setiap malam saya melihat ada mobil polisi lewat didepan rumah saya untuk berpatroli. Namun saya takut dibunuh jika melaporkan kejadian ini” ujarnya dengan nada takut.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM menyanggupi memberikan jaminan kepada pihak korban.

"Ayah dari korban tadi meminta jaminan keamanan kepada saya. Dengan tegas saya dan juga Tim Cobra akan memberikan jaminan kemanan kepada ayah dan anak yang menjadi korban ancaman pembunuhan tersebut," tegasnya.
Kapolres Lumajang menunjukan senpi rakitan

Selain itu pihaknya juga akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk memasukkan anak tersebut di Pondok atau pesantren.

"Saya akan segera komunikasi dengan Pemerintah Lumajang untuk memasukan anak ke Pondok Pesantren," ungkap Arsal.

Katim Cobra Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menyatakan atas perintah kapolres, pihaknya akan membentuk tim untuk segera menangkap pemilik senjata api rakitan tersebut,

"Karena dapat membahayakan keselamatan orang lain” ungkap Hasran yang juga selalu kasat Reskrim.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar