Sholat ID Hari Raya Idul Adha 1440 di Lanud Abdulrachman Saleh

tampak anggota TNI AU dan warga melaksanakan shalat Id
Malang, (DOC) - Personel muslim dan muslimah Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang beserta keluarga dan masyarakat sekelilingnya membaur dalam Sholat Id, Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah di Apron Skadron Udara 32, Minggu (11/8/2019).

Tampil sebagai Imam dan khotib Dr. H. Muhtar Hazawawi, Spd., MSi., Kepala Kementerian Agama Kota Malang.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat yang dibacakan Danwing 2 Kolonel Pnb Meka Yudanto, S.E.,M.A.P., menyatakan dalam Islam, Idhuladha yang disebut sebagai Hari Raya Kurban memiliki makna kepedulian, yang berujung pada hadirnya kebersamaan dan persaudaraan.

"Hal ini disebabkan dalam Idhul adha terdapat penyembelihan hewan sesuai yang dipersyaratkan agama, bagi mereka yang mampu," tuturnya.

Selanjutnya daging hewan kurban tersebut dibagikan kepada yang berhak menerimanya.  Hal ini tentu berdampak pada tumbuhnya kebersamaan di masyarakat. Di samping itu, semangat Idhul adha juga dapat diwujudkan setiap waktu dan dimana saja, dengan jalan bersimpati kepada sesama,

"Bahkan mengulurkan bantuan atau pertolongan berbagai hal yang diperlukan orang/masyarakat yang membutuhkan/kekurangan secara tulus dan ikhlas," ungkapnya.

Sedangkan khotib Dr. H. Muhtar Hazawawi, Spd., MSi., Kepala Kementerian Agama Kota Malang dalam kutbahnya usai sholat id menyampaikan ada tiga pelajaran sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim terdapat Anaknya Ismail, sebagai dasar pelaksanaan ibadah kurban.

Pertama ujian keimanan Nabi Ibrahim AS., untuk menyembelih anaknya, sebagai ujian berat Nabi Ibrahim sebagai nabi dan juga sebagai ayah yang mencintai anaknya.

Ujian ini mampu dilewatinya, walaupun melalui perang batin yang hebat, hingga berujung pada kemauan untuk berkorban sesuai perintah-Nya.

 Kedua kerelaan Nabi Ismail AS untuk tulus mengikuti perintah ayahnya dalam penyembelihan dirinya, sebagai lambang pengorbanan terbesar sepanjang abad, dan ketiga kisah Siti Hajar dan Ismail yang hidup terpencil di Mekkah yang ketika itu masih berupa pandang tandus nan kering dan perjuangan berat Siti Hajar untuk mempertahankan kehidupannya bersama Ismail, wujud ketabahan dan ketulusannya mengikuti kehendak-Nya.  
Selanjutnya usai Sholat Id diadakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Baiturrohman Lanud Abdulrachman Saleh. Menurut Letkol Sus Arwani, S.Ag., Kabintal Lanud Abdulrachman Saleh pada tahun 2019 Masehi/1440 Hijriah ini terdapat 7 ekor sapi dan 55 ekor kambing yang berhasil di himpun oleh Panitia Iduladha.

Hewan-hewan tersebut akan disembelih untuk diambil dagingnya kemudian didistribusikan kepada yang berhak menerimanya seperti fakir miskin yang tinggal di desa-desa sekitar Lanud Abdulrachman Saleh, orang yang berkurban juga kerabat, teman serta tetangga sekitar dan lainnya. (Mam)



Posting Komentar

0 Komentar