-->

Iklan

https://picasion.com/

Beli Motor Bodong, Oknum PNS Ngaku Menerima Gadai Dari OTD, Kapolres Itu Janggal

, Rabu, Juli 03, 2019 WIB
https://picasion.com/
Oknum PNS ketika hadirkan di Press Realase
Lumajang,(DOC)-Pada Selasa 20 Juni 2019 lalu, Tim Cobra Polres Lumajang berhasil mengamankan seorang oknum PNS yang berdinas salah satu instansi di Lumajang.

Oknum PNS bernama Matasan (45) warga Desa Babakan, Kecamatan Padang Lumajang diamankan petugas di Jalan Bromo, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono karena menggunakan motor bodong.

Karena disinyalir kasus pencurian kendaraan bermotor oknum PNS langsung diamankan ke Mapolres Lumajang.

Kendaraan sepeda motor yang digunakan pelaku merupakan hasil kejahatan pencurian motor yang terjadi di halamana Masjid Al-Muttaqin di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang.

Saat dintrogasi tersangka mengaku dirinya mendapatkan kendaraan tersebut melalui kesepatan gadai dengan orang tak dikenal.

"Proses gadai berlangsung saat tersangka berada di embong kembar dan kendaraan tersebut hanya memiliki STNK," ujar Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH.

Baca Juga : Bawa Motor Curian, Oknum ASN Ditangkap Tim Cobra
Arsal mengatakan, pelaku melakukan gadai dengan orang yang tidak dikenal. Menurutnya, itu sangat janggal karena mana ada orang yang mau begitu saja menerima gadai dengan orang yang tidak dikenal.

"Disini patut diduga pelaku mengetahui bahwa kendaraan tersebut bermasalah saat menerima kendaraan yang hanya memiliki STNK saja. Selain itu, nomor mesin dan nomor rangka juga telah dirusak," ungkap Kapolres Lumajang.

Tersangka senditri tahu akan hal ini. kenapa tidak lapor ke polisi kalau dia sadar kendaraan itu adalah hasil kejahatan.

"kenapa dipakai terus sampai 3 bulan, dan kenapa kendaraannya di preteli. Tidak ada pelaku kriminalitas yang mengakui begitu saja perbuatannya" terang Arsal.


Kapolres menghimbau untuk masyarakat jangan membudayakan membeli kendaraan bodong, Karena semakin banyak permintaan kendaraan bodong maka suplainya akan meningkat. Masalahnya, suplainya diperoleh dari  aksi Kriminalitas seperti begal dan curanmor.

"kita harus ingat bahwa dibalik kebahagiaan membeli motor murah tapi bodong, berarti ada orang lain yang  terluka atau trauma karena di begal atau di curi motornya," pungkas.Arsal.(Mam)


Komentar

Tampilkan

Terkini