Polsi Dalami Kasus Human Trafficking, dan Pemalsuan Akta

Kapolres mempertemukan Hori,  Sahar dan Lasmi
Lumajang,(DOC)-Kasus menggadaikan istri Polisi menemukan fakta baru berhasil diungkap yakni pengakuan istri tersangka Hori bahwa suaminya telah menjual anaknya seharga Rp 500 ribu kepada seseorang bernama Sahar.

Adanya kasus human traffiking, Kapolres Lumajang kembali mempertemukan yakni Sahar dan istri Sahar, Lasmi, dan tersangka Hori.

Saat ditemukan Sahar dan tersangka Hori terjadi debat. Sahar mengatakan Hori udah punya hutang Rp 500 ribu.

"Hori kemudian menawarkan anaknya sebagai ganti pembayaran utangnya,"Kata Sahar.

Dikatakan Hori kepada Kapolres dirinya mengaku tidak pernah punya hutang, dan itu tidak benar.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, dari pengakuan Lasmi anaknya dijual, sedangkan dari pengakuan Hori, dan Sahar bahwa tidak ada penjualan anak tetapi diserahkan untuk dirawat

Hori sendiri mempunyai hutang pada Sahar senilai Rp 500 ribu.

"Pada saat menagih utangnya, Hori mengaku tidak memiliki uang Rp 500 ribu, kemudian menawarkan anaknya sebagai ganti pembayaran utang.

Pihak kepolisian terus mendalami kasus penjualan anak, namun demikian belum ada alat bukti terjadi penjualan anak. "Kami akan mendalami adanya human traffiking," kata Arsal.

Masih kata Kapolres, ada tindak pidana lain yakni adanya pemalsuan surat terkait anak tersebut.

Kemudian Sahar dan Kepala Desa akhirnya membuat akta palsu. Akta tersebut menyatakan jika anak itu merupakan anak Sahar dengan istrinya.

"Anak itu diaktakan akta lahir atas nama Sahar dan istri Sahar. Nah ini kepala desa sudah mengakui kalau dia membantu membuat akta, ini juga terjadi pemalsuan surat," terangnya.

Kepala Desa Sombo juga mengakui dan memahami bahwa adanya pembuatan surat-surat menyalahi aturan. (Mam)

Posting Komentar

0 Komentar