-->

Iklan

https://picasion.com/

Menipu "Tuhan" Emak-emak Asal Madura Diringkus Tim Cobra

, Kamis, Juni 27, 2019 WIB
https://picasion.com/
Tersangka
Lumajang,(DOC)-Petugas dari SPK Polsek Pasirian menerima penyerahan seseorang dari warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Selasa (25/6/2019).

Seseorang yang diserahkan tersebut diketahui bernama Dwi Retno (56) mengaku berasal dari Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Madura.

Penyerahan Dwi Retno kepada polisi bermula, pelaku telah menginap selama dua hari di rumah Tuhan (39) warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian dan mengaku memiliki perusahaan tambang batu bara yang berada di Kalimantan, selain itu, pelaku mengaku memiliki simpanan uang di Bank sebanyak lima belas milyar rupiah.

Selanjutnya, korban pun diajak pergi ke Bank BNI dengan tujuan untuk mencairkan uang milik pelaku, namun ditengah perjalanan, pelaku meminta KTP korban dengan alasan untuk membuka tabungan milik pelaku. Tak sampai disitu, pelaku pun juga meminta uang tunai sebesar Rp. 1.900.000 dengan alasan mempermudah dalam pencairan
.
Korban yang mulai curiga dengan permintaan tersebut, akhirnya meminta tolong Fauzan (27) yang merupakan kepala Dusun Krajan III untuk selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Pasirian.

Setelah diintrogasi secara mendalam oleh petugas, akhirnya pelaku mengakui bahwa ia telah berbohong atas kepemilikan perusahaan tambang serta simpanan uang hingga ratusan milyar tersebut.

Ia pun mengakui bahwa kepemilikan perusahaan tambang serta milyaran uang hanyalah cara agar korban masuk dalam perangkapnya.

Pelaku pun juga mengaku bahwa praktik penipuan seperti ini bukan lah pertama yang ia lakukan, namun juga pernah ia praktikan di sejumlah wilayah di Kecamatan Kademangan Kabupaten Probolinggo.

Terpisah, Kapolres Lumajang Muhammad Arsal Sahban ketika dikonfirmasi melalui sambung telpon mengatakan pihaknya akan mendalami kasus ini secara mendetail.

“Sejauh ini Dwi Retno adalah tersangka tunggal. Namun demikian, saya akan mendalami kasus ini secara mendetail sebab ada kemungkinan mereka ini memiliki jaringan yang cukup luas di luar sana. Ini termasuk kasus yang unik, mengingat pelaku berani mengaku memiliki perusahaan tambang di Kalimantan dan bahkan memiliki simpanan uang hingga ratusan miliar Rupiah,” Ungkap Kapolres.

Sementara belum ada kerugian yang dialami korban, tapi tetap dapat di pidana Seseorang yang mencoba melakukan kejahatan, jika niat untuk itu telah ternyata dan adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu.

"bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri maka bisa dikenakan pidana sesuai pasal 53 KUHP," Jelas Arsal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menuturkan tim cobra akan mendalami serta berkoordinasi dengan pihak Polres Probolinggo Kota.

"“Kami akan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo Kota mengingat dalam pernyataan nya, tersangka juga mengaku pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah tersebut” Tandas pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra.(Mam)
Komentar

Tampilkan

Terkini