Menipu "Tuhan" Emak-Emak Asal Madura Juga Menipu Antar Provinsi

tersanga Dwi Retno saat diinterogasi Kapolres
Lumajang, (DOC) - Dwi Retno, perempuan paroh baya asal Sampang, Madura, ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang, Jawa Timur, karena melakukan aksi penipuan.

Perempuan berusia 54 menipu Tuhan (39) warga Desa Bago,  Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Pelaku ditangkap pada Selasa (25/6/2019) malam.

Warga Dusun Nongele, Desa Kedungdung, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang itu diamankan setelah diserahkan oleh perangkat Desa ke Polsek Pasirian.

Sebelum diserahkan ke polisi, Dwi Retno sempat  menginap selama dua hari di rumah Tuhan (39) warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian.

Wanita ini mengaku memiliki perusahaan tambang batu bara  di Kalimantan dan memiliki hotel seta memiliki 115 milyar Rupiah di bank. Apabila Tuhan bisa menyenangkan tersangka dengan menemani kemana dia mau, maka akan diberikan uang Rp 5 miliar.
\
tersangka Retno diapi polisi
Bahkan mengajak Tuhan berbelanja, makan, dan berpergian. Uang uang dibuat belanja adalah uang dia sendiri jumlahnya cukup banyak.

"Uang yang dia belanjakan cukup banyak sekitar 5 jutaan,  bahkan semua orang  yang ada warung dia bayarin,  yang merokok disuruh ambil rokok, " ujar Tuhan ketika di tanya Kapolres Lumajang.

Selain itu, pelaku mengaku memiliki simpanan uang di bank Rp 15 miliar.
Selanjutnya, korban diajak ke Bank BNI dengan tujuan untuk mencairkan uang milik pelaku.

Namun di tengah perjalanan, pelaku meminta KTP korban dengan alasan untuk membuka tabungan milik pelaku.

Pelaku juga meminta uang tunai sebesar Rp. 1.900.000 dengan alasan mempermudah dalam pencairan.

Korban yang mulai curiga dengan permintaan tersebut, akhirnya secara diam-diam menghubungi pihak Kasun dan RT/RW untuk dilakukan penangkapan. Akhirnya dia berhasil ditangkap diserahkan ke Mapolsek Pasirian.


Baca Juga : Menipu "Tuhan" Emak-emak Asal Madura Diringkus Tim Cobra
Saat dinterogasi Kapolres , tersangka mengaku pernah dipenjara di wilayah Jawa barat atas kasus yang sama. Dalam pengakuannya, saat itu ia menipu sebanyak dua kali sebesar 6 juta Rupiah dan 10 juta Rupiah.

“Awalnya pelaku tak mengakui jika ia pernah mendekam di Penjara, namun setelah terus saya desak akhirnya ia mengakuinya. Saya akan terus mengembangkan kasus ini, mengingat dalam pengakuan awal. Ia adalah warga Kabupaten Sampang tepatnya di Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedundung, namun setelah saya kroscek ternyata ia sudah lama tak tinggal di Sampang. Ia juga tak memiliki kartu tanda penduduk untuk memperkuat pengakuan nya tersebut,” Ungkap Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Bahkan tersangka ini pernah melakukan aksinya di Probolinggo, serta Jember.

"Tersangka pernah pernah diamankan wilayah hukum Polres Jember, tepatnya di Polsek Jenggawah. Karena kurangnya bukti akhirnya tersangka dilepaskan kembali," terang Arsal.

Dari hasil introgasi, Retno mengatakan sebelum di Jawa Timur ia kerja di Kalimantan tepatnya di Kota Sampit, bekerja sebagai mucikari yang cukup ia kenal.

"Tersangka memiliki Ia memiliki 10 orang perempuan yang ia pekerjakan sebagai pemandu karaoke dengan bayaran 1 juta, dimana dihasilnya dibagi Rp 500 ribu untuk Retno dan 500 ribu untuk pekerjanya (perempuan pemandu karaoke). Karena tempatnya bangkrut sehingga dia kembali ke Jawa Timur," terang kapolres. (mam)




Posting Komentar

0 Komentar