Keluarga Pembuat Mercon, Sebut Penyebar Isu Suap Tim Cobra HOAX

Kapolres Lumajang temui keluarga pembuat merconp
Lumajang, (DOC) - Beredar viral di Media Sosial yang di tulis akun Facebook Evi Hilman di Grup Facebook yang menyatakan kalau kasus pembuat mercon dilepas karena membayar sejumlah uang.

Akun yang ditulis Evi Hilman, Selasa (11/6/2019) menyebutkan,  Boleh cerita sedikit nggeh... Masih ingatkn dengan kasus mercon beberapa waktu lalu yang saat ini pelakunya sudah dibebaskn (digroup kabarx dilepaskn karena alasan kemanusiaan) kasus Desa Curah Petung, kecamatan kedungjajang.

Saya asli curah petung....
Beberapa hari ini setiap kali saya sonjo kerumah tetangga saya setiap topik pembicaraan slalu ke TIM KOBRA
Tpi sayangx didesaq masih terlalu banyak orang2 berfikiran primitif mereka masih rentan dibodohi orang2 BODOH. Bagaimana tidak saya berkata demikian. Miris rasax memikirkn orang2 tak berdosa didholimi penguasa tak berhati manusia
Padahal jika keluarga pelaku  sedikit saja mengenal TIM KOBRA dan mengerti cara kerja TIM KOBRA semua tidak akan terjadi.

Kluarga pelaku dibodohi seakan2 untuk membuat pelaku keluar dri tahanan harus menebus kepada tim kobra sebesar 25.000.000

Saya percaya hal itu tidak pernah berlaku untuk tim kobra
Betapa teganya orang yg meminta uang itu... Dan...
Kluargapun percaya mereka memberikn uang sebesar 25.000.000 kepada manusia BODOH tak berhati MANUSIA ini..

Setelah itu Kapolres Lumajang bersama tim Cobra Polres Lumajang langsung mendatangi rumah pelaku pembuat mercon.

Kedatangan Kapolres Langsung disambut Imam, Muhammad Wahid dan seluruh keluarganya untuk mencari informasi, siapa oknum yg meminta uang 25 juta seperti yang di posting akun Evi Hilman.

Dari hasil pertemuan dengan Kapolres Lumajang dengan Imam, Wahid dan pihak keluarga  mereka merasa tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun, dan mereka tidak tahu bagaimana isu fitnah itu bisa muncul dan menyebar. Selama ini tidak pernah ada yang klarifikasi kepada mereka.

Imam mengatakan kepada Kapolrea “saya tidak tau pak tentang isu tersebut, bahkan saya baru mendengarnya tadi pagi melalui media sosial kalau ada kabar saya dan Wahid mengeluarkan uang 25 juta untuk dibebaskan dari ancaman penjara. Apa yang disampaikan ibu Evi Hilman sebagai fitnah, kami tidak pernah di tanyakan oleh dia,” ujar imam.

Orang Imam, Rifai mengatakan sedangkan uang 25 juta, apalagi uang 1juta pun kami tidak pernah punya.

"Wong penghasilan kami saja perharinya hanya 25 sampai 30 ribu dan itu untuk membeli beras, ” ujar Rifai

Namun Demikian,  Wahid pun mengungkapkan pekerjaan saya hanya pekerja serabutan. "Mana ada kami memiliki uang sebanyak itu untuk” tuturnya.

Istri wahid juga mengungkapkan “saya dan suami saya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sudah susah apalagi untuk memberikan uang sebanyak itu. Semua itu bohong pak fitnah itu," Ujarnya.

Kapolres Lumajang AKBP Muhamad Arsal Sahban mengatakan, dari hasil pertemuam saat ini belum ada bukti kalau pelaku mercon membayar 25 juta kepada seseorang supaya dibebaskan dari masalah hukum.

“Dari hasil komunikasi intensif kami lakukan untuk mengorek informasi simpang siur yang beredar.
Imam dan Wahid (Pelaku mercon) beserta keluarga besarnya semuanya kompak mengatakan tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk pembebasan mereka," tuturnya.

Kapolres menuturkan, bahwasannya ia sudah memberi nomor telepon pada mereka , apabila ada indikasi permintaan uang semacam itu,

"Nanti mereka tinggal menghubungi Tim Cobra secara tertutup. Kalau memang ada, langsung diinformasikan saja," ujarnya. (Mam)

Posting Komentar

0 Komentar