Dari Interogasi Tersangka Hori Sudah Ada Kebohongan, Semula Mengaku Bisnis Tambak Udang Berubah Bisnis Ayam

Tersangka Hori saat intergosi Kapolres
Lumajang, (DOC) - Kasus Pembunuhan salah sasaran dan pengadaan istri dengan harga  Rp 250 juta.

Kapolres Lumajang langsung mempertemukan Lasmin dan Hartono serta Hori.

Dari hasil itu keterangan terungkap beberapa bukti adanya perjanjian kerjasama antara Hori dan Hartono mengenai bisnis tambak udang di Banyuwangi.

Berdasarkan pernyataan Hartono, dirinya ditawari kerjasama oleh Hori untuk membuka bisnis Tambak udang dengan sistem bagi hasil.

Hartono yang kala itu sedang berada di Malaysia menyetujui perjanjian tersebut dan menyerahkan semua urusan bisnis tersebut kepada Hori.

Hori menjanjikan perbulan dirinya memberikan uang sejumlah 5 juta rupiah sebagai hasil kerjasamanya.

Namun Hartono mengaku tidak pernah sama sekali mendapat uang 5juta apa yang dijanjikan Hori.

Hal ini bertolak belakang dengan penjelasan dari tersangka Hori. Dirinya mengaku usaha tambak udang tersebut dijalankan oleh orang lain dan dirinya menjelaskan bahwa sedang menekuni bisnis ayam Filipina (ayam adunan).

Saat berusaha dikorek, Hori mengaku semua ayam yang usahanya terserang penyakit flu burung sehingga semua ayam tersebut mati.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan, dari hasil interogasi tersebut pihaknya menemukan tanda tanda kebohongan dari Hori dimana mimik wajah dan gestur tubuhnya menandakan dia sedang berbohong.

"Dari pernyataan satu ke pernyataan lainnya berbelit belit.
Saya akan korek lebih dalam fakta fakta lainnya yg dapat diangkat terkait kasus ini apakah ada unsur pelanggaran lainnya atau tidak," ungkapnya.

"Dari introgasi kemungkinan ada unsur penipuan yang dilakukan oleh tersangka Hori kepada Hartono, yang menjanjikan adanya bisnis yang dijalankan. Tapi saksi Lasmi istri Hori sendiri mengatakan kalau Hori tidak pernah ada bisnis tambak udang. dan uang yang  dipinjam dari hartono dipakai untuk judi," ungkap Arsal.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Hori bin Suwari tak bermaksut membunuh Muhammad Hola warga dusun Argomulyo, Desa Sombo, kecamatan Gucialit, Lumajang Jawa Timur, Selasa(11/6/2019) malam.

Hori yang ingin istrinya dikembalikan dengan cara melunasi hutangnya, di tolak oleh Hartono si pemberi hutang.

Informasinya, alasan Hartono menolak, karena Hori membayar hutangnya sebesar Rp 250 juta, tidak seluruhnya tunai, namun sebagian dibayar dengan sebidang tanah.

Semenjak itu, rencana pembunuhan dilakukan dan salah sasaran menimpa Muhammad Hola yang memiliki wajah mirip dengan Hartono.(imam/r7)

Posting Komentar

0 Komentar