Atas Dasar kemanusian, Kapolres Lumajang Lepaskan Dua Pelaku Pembuat Mercon

tampak keduanya berpelukan dengan kepala Desa
Lumajang, (DOC) - Sebelumnya,  pada Jumat (24/5/2019) malam Tim Cobra Polres Lumajang menggerebek rumah warga di Dusun Curang lengkong Desa Curahpetung Kecamatan, Kedungjajang Kabupaten yang dijadikan tempat produksi petasan/mercon. Dua orang berhasil diciduk dalam penggerebekan tersebut.

Mereka adalah Imam Rudianto (23) dan Mohammad Wahid (25), keduanya warga Curah Lengkong,  Desa Curah Petung,  Kecamatan Kedungjajang.

Keduanya memiliki bubuk mesiu tersebut sudah 3 tahun lalu. Dari hasil penyidikan mercon/petasan tersebut rencana untuk kesenangan sendiri bukan untuk diperjual belikan yang akan digunakan pada malam lebaran.

Dari penelusuran catatan kriminal, keduanya belum pernah terjerat kasus kriminalitas dan tidak memiliki catatan buruk di kepolisian.  Oleh karena itu Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memberikan kebijakan Restorative justice kepada kedua pelaku.

Menanggapi kabar tentang pihak Kepolisian Polres Lumajang yang lebih memilih melepaskan tersangka kasus pembuatan petasan, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH membenarkannya. “Memang benar atas atensi saya, hari ini para pelaku pembuat petasan asal Kecamatan Kedungjajang telah kami lepaskan. Dalam ranah hukum, tindakan ini disebut Restorative Justice." terangnya.

Faktor yang mendorong pihaknya mengambil langkah ini karena dari hasil penyidikan, bubuk mesiu ia beli tiga tahun silam dan sekarang hanyalah sisa-sisa saja.

Selain itu pembuatan petasan tidak untuk diperjual belikan. yang bersangkutan juga tidak ada catatan kriminal,

"Sehingg kami yakin dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Pertimbangan kemanusiaan lainnya karena saat ini sudah mendekati hari raya idul fitri, sehingga saya berharap mereka bisa berkumpul dengan keluarganya,” ungkap Arsal.

Kapolres menututkan,  walaupun keduanya dilepaskan, tidak akan saya longgarkan operasi petasan. Pihaknya tidak ingin ada korban jiwa akibat petasan.

"Selain itu pembuatan petasan tanpa ijin resmi merupakan pidana. kita tidak boleh membenarkan sesuatu yang salah, walaupun hal tersebut kita anggap sebagai budaya. kita harus belajar mentaati hukum, karena hukum dibuat untuk menciptakan keteraturan dalam masyarakat,” tutup Arsal.

Sementara Kepala Desa Curah Petung  Karno (47 th) menyatakan dirinya mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Lumajang.

“saya sangat berterima kasih atas kebijakan bapak Kapolres melepaskan warga kami. Saya berjanji mengawasi mereka untuk tidak membuat petasan lagi, ini merupakan pembelajaran buat mereka dan juga buat saya untuk mengingatkan warga-warga kami tentang larangan petasan,” ujarnya.(Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar