Rumah Sarang Pelaku Begal di Grebek Tim Cobra

Kapolres dan Kasat Reskrim menunjukan barang bukti
Lumajang, (DOC) - Pasca Kejadian begal yang terjadi di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang pada hari Selasa, 21 Mei 2019 membuat Polres Lumajang membuat berbagai macam tindakan untuk mengantisipasi hal tersebut terulang lagi.

Seperti yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang, Kamis (23/5/2019) yakni melakukan penggeledahan rumah dengan cara door to door, di Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Selain itu Tim Cobra juga melakukan penggrebekan langsung ke rumah sarang pelaku begal, yang diketahui beridentitas Endi (DPO) yang ditengarai satu keluarga merupakan pelaku begal semua.

Satu anaknya lumpuh tak berdaya karena tertebak di punggung sedangkan anak yang lain merupakan DPO atas kasus serupa.

Endi sendiri yang merupakan kepala keluarga ditetapkan sebagai DPO Polres Lumajang atas keterkaitan nya dengan kasus begal di wilayah Candipuro.

Data yang di peroleh Polres Lumajang, Endi juga terlibat atas banyak kasus curanmor.

"Sehingga apabila tertangkap maka akan membuka tabir kasus begal dan curanmor yang lain yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang," terang kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban

Dalam penggerebekan polisi melakukan penyisiran di rumah DPO, Namun saat dilakukan penggerebekan tidak ditemukan tersangka Endi (DPO)

Dilokasi polisi hanya menemukan spare part motor yang ditengarai hasil pretelan sepeda kejahatan begal maupun pencurian.

"Dari hasil pengakuan keluarga, baik Endi maupun sang anak telah terlebih dahulu kabur ke Pulau Kalimantan setelah mengetahui keduanya sebagai buronan pihak keamanan," ungkap Arsal.

Lebih lanjut Kapolres menerangkan. bahwa keluarga tersebut adalah epicentrum atas tindakan criminal yang terjadi di wilayah Lumajang.

“Satu keluarga ini kami tengarai sebagai pelaku begal sadis dan juga penadah motor-motor curian dari berbagai sindikat. Kalau kami bisa menangkap Endi atau anaknya kami yakin dapat mengungkap banyak sindikat begal dan curanmor yang terjadi di Lumajang. Sayangnya dua kali kami melakukan penggrebekan, hasilnya nihil. Informasi terakhir, pelaku sudah lari ke Kalimantan,” ungkap Arsal memimpin langsung penggerebekan.

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan, bahwa pihak kepolisian tak akan pernah melupakan kejadian yang menyeret sang pelaku.

“Meskipun dua orang DPO berusaha melarikan diri ke Pulau Kalimantan, tetapi mereka tak bisa menghapus catatan kepolisian mereka. Kami akan menyebar luaskan ke seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia agar dapat menangkap keduanya” Tegasnya.
Perlu diketahui bahwa penggrebekan yang telah dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang sekitar sebulan yang lalu juga ditemukan 5 motor tanpa surat, 11 Plat  Nomor dari kendaraan yang berbeda, 5 stnk, clurit, dan senapan angin. (Mam)

Posting Komentar

0 Komentar