Qur'anic Healing Internasional Gandeng CA dan YDSF Adakan Pelatihan Ruqyah

Lumajang (DOC) - Warga dan pelajar di Lumajang begitu antusias mengikuti latihan ruqyah syariah dan bekam yang digelar oleh Qur'anic Healing Internasional (QHI), bekerja sama dengan CA, dan YDSF Lumajang. Bertempat di Cahaya Al-Qur'an pada Sabtu (04/05/2019).

Diketahui, ruqyah merupakan salah satu terapi pengobatan penyakit seperti panas karena disengat hewan, kesurupan maupun lainnya dengan cara membacakan ayat-ayat suci Al Qur’an serta do’a-do’a.

Sedangkan, bekam sendiri merupakan metode pengobatan sesuai anjuran Rasulullah dengan cara mengambil darah kotor dalam tubuh.

Dengan mengusung tema "Melawan sang Penghancur Iman" kegiatan ini langsung dipimpin oleh Ustadz Hanafi Alwasathy dari Madiun dan Ustadz Wahid Qosim dari Lumajang.

Sementara itu, para peserta yang hadir tak hanya dari Lumajang saja, melainkan ada juga yang datang dari Jember.

“Acara ini bertujuan untuk menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus mengenalkan dan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pengobatan Ruqyah dan bekam.

Diharapakan masyarakat bisa melakukan ruqyah secara mandiri dalam mengobati diri sendiri maupun orang lain, minimalnya keluarga serta tetangga sekitar,” ujar Ketua Panitia, Hamzah Efendi.

Selain manfaat untuk pengobatan, lanjut Hamzah juga untuk membentengi masyarakat dari bahaya syirik yang mana sangat tidak dianjurkan dalam Islam.

Laely, salah satu warga Balung, Jember mengatakan, dirinya sengaja mengikuti pelatihan ini dengan tujuan membentengi dari perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Selain itu, ia juga berkeinginan memperkuat keimanan dengan meningkatkan ibadah sebagaimana yang disampaikan oleh pelatih.

“Ini tentunya sangat bermanfaat sekali bagi saya maupun para peserta yang ikut. Selain bisa untuk diri sendiri, juga bisa ditularkan ke orang lain,” katanya.

Sementara itu, Ustadz Hanafi Alwasathy berpesan,  pelatihan ruqyah ini merupakan upaya preventif menyikapi hal-hal yang di luar dugaan, seperti mencari solusi ketika menghadapi kesulitan berakhir dengan mendatangi dukun.

“Intinya dalam hal pengobatan ataupun ada masalah sekalipun harus melalui cara-cara yang benar, bukan justru melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama,” pungkasnya.

Jurnalis Pelajar: Ananda Kenyo (Siswi SMK Muhammadiyah Lumajang).

Posting Komentar

0 Komentar