Operasi Pekat Semeru, Polisi Musnakan 1.409 Miras

Kapolres bersama dandim naiki alat berat musnakan bb
Lumajang, (DOC) - Polres Lumajang memusnahkan ribuan barang bukti botol miras dari hasil razia Operasi Pekat Semeru 2019 yang berlangsung selama 12 hari.

Pemusnahan narkoba dengan cara dibakar dan pemusnahan miras dengan menggunakan alat berat ( tendem roller), Selasa (28/5/2019) pagi di halaman Mapolres Lumajang.

Miras yang dimusnahkan terdiri 1.409  botol miras dari berbagai merk dan hasil oplosan, dan 2700 sachet komix.

Kegiatan pemusnahan diikuti oleh seluruh jajaran Forkopimda, diawali dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti.

Sedangkan pemusnahan botol miras dilakukan secara simbolis dengan cara melempar botol miras untuk digilas sepur tumbuk.

Pemusnaan barang bukto diawali dengan Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang bersama - sama menaiki tendem roller dan melindas barang bukti miras serta dilanjutkan oleh unsur forkopimda yang lain.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH,  menjelaskan,  tahun ini terjadi penurunan kasus ungkap yang signifikan dimana tahun 2018 ungkap kasus penyakit masyarakat selama operasi sebanyak 101 kasus, sedangkan tahun in hasil operasi pekat hanya 59 kasus.

"Ini menandai bahwa kriminalitas di Lumajang turun drastis. Ini pun dirasakan oleh masyarakat Lumajang terkait situasi yang semakin kondusif. Padahal Kekuatan besar sudah saya lakukan serta menggerakkan semua fungsi - fungsi dibawah pimpinan kepala Bagian Operasi Polres Lumajang," jelas

Akan tetapi hasil ungkap yang turun sekitar 41, 58 % ini menandakan bahwa tingkat kriminalitas di Lumajang semakin berkurang. " Dengan Momentum ini kita harapkan terus terjaga." Tegas Arsal.

Sementara itu,  Kasat Narkoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito menambahkan Miras lokal oplosan ( milo ) menjadi target utama di.wilayah Lumajang. Dimana milo merupakan pencampuran 1 botol alkohol 70 %  yang biasanya digunakan untuk obat luar atau digunakan untuk perawatan luka luar dicampur dengan 3 sachet komik.

"Obat - obatan tersebut merupakan obat - obatan legal yang kemudian dicampur menjadi satu dan biasa disebut MILO. Hal ini sangat berbahaya sehingga jajaran kami fokus untuk memberantas peredaran dengan operasi milo oplosan," Ujar Priyo.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar