21 Orang Dari Lumajang Gagal Ikut Aksi People Power di Jakarta

Lumajang, (DOC) - Jajaran Polres Lumajang urungkan niat keberangkatan 21 warga Lumajang yang diketahui akan menuju Jakarta untuk turut serta dalam aksi People Power, Selasa (21/5/2019).

Setelah melakukan pendekatan kepada masyarakat Lumajang yang akan berangkat kejakarta agar mengurungkan niatnya mendapatkan sambutan baik. Ke-21 masyarakat Lumajang tersebut akhirnya tidak jadi berangkat setelah ada pendekatan dari jajaran Polres Lumajang.

Menurut Kapolres, warga yang mau berangkat ke Jakarta untuk ikut serta dalam aksi People Power ini juga adalah korban.

"Mereka adalah korban hoax, yang tidak paham fakta yang sesungguhnya, tapi termakan oleh permainan narasi yang di sebar dalam informasi hoax. Kita semua paham bahwa proses pemilu serentak berlangsung sangat transparan. Setiap proses tahapannya TNI dan Polri ikut mengamankan," kata dia.

Imbuhnya, dalam setiap proses perhitungan ada saksi dari masing-masing kubu dan juga setiap orang yang lewatpun boleh menyaksikan dan boleh memfoto hasil perhitungan, tidak ada larangan sama sekali.

"Jadi secara fakta, tidak ada potensi curang yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu,” imbuh Kapolres.
KkbMengutip berita sebelumnya, Kapolres menceritakan People Power adalah gerakan massa secara besar - besaran yang bertujuan untuk menurunkan pemerintahan yang sah disuatu negara dengan cara inkonstitusional.

Kejadian People Power sudah pernah terjadi dibeberapa negara seperti di Filipina, dinegara kawasan Arab atau yang disebut Arab Spring ( negara Tunisia, Libia, Mesir ), dan di indonesia juga pernah terjadi pada tahun 1998.

Alasan dilakukan People Power karena pemerintahan yang berkuasa korup, otoriter, anti demokrasi dan melanggar HAM.

People Power belum pernah terjadi pada pemerintahan yang memiliki sistem demokrasi presidensial, karena adanya pembagian kekuasaan yang merata antara legislatif, eksekutif dan yudikatif sehingga terjadi cek and balance.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar