Iklan

Tingkatkan Wawasan Hadapi Bencana, BPBD Lumajang Gelar Simulasi Bencana di Dusun Dampar

Lumajang,(DOC)-Ratusan warga Desa Dampar dan Desa Kajaran berbondong-bondong keluar dari rumah adanya gempa dan tsunami

Petugas TRC BPBD Lumajang mendapatkan informasi dari BMKG bahwa gempa tersebut menimbulkan tsunami.'

Warga yang panik langsung berlarian ke tempat yang tinggi, dan langsung dievakuasi oleh
tim gabungan terdiri BPBD, TNI-Polri.

Selanjutnya petugas gabungan langsung mengevakuasi dengan menggunakan kendaraan truk ketitik yang aman di lapangan Desa Bades, Kecamatan Pasirian.

Ratusan warga setempat dievakuasi. Warga yang terluka langsung diberikan pertolongan medis. Tenda darurat, tenda umum, dan dirikan tempat aman.

Ini merupakan adegan dalam serangkaian simulasi evakuasi bencana alam gempa dan tsunami yang dilakukan di dua titik, yaitu di Dusun Dampar, Desa Bades, dan lapangan Desa Bades, Kecamatan Pasirian.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara BPBD Lumajang dan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam upaya menambah kemampuan masyarakat dalam mengantipasi bencana alam.

Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperwati, M. Si mengungkapkan, bahwa gladi lapang atau  Simulasi
Evakauasi bencana alam tersebut, merupakan bentuk pelatihan kepada masyarakat, supaya waspada dan tanggap setiap saat dalam mengahadapi bencana Alam.

"simulasi ini sangat penting bagi masyarakat, untuk melatih diri apabila seolah-olah bencana alam terjadi. Bahkan, agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menanggapi bencana alam," tutur Bunda Indah.

Bunda Indah meminta kepada BPBD Kabupaten Lumajang untuk segera merespon cepat, apabila terjadi bencana alam. Hal itu bertujuan, untuk memberi rasa aman terhadap masyarakat, supaya tidak panik apabila dilanda bencana alam.

"Ini wajib diantisipasi dan ini harus dimiliki oleh semua warga masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana," ujarnya.

Di sisi lain, Wabup menyinggung faktor penyebab terjadinya bencana alam. Dikatakan bahwa, salah satu faktor penyebab terjadinya bencana alam adalah kurangnya perhatian masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, seperti misalnya, penebangan pohon secara liar.

Menurutnya, hal itu dapat menyebabkan terjadinya bencana alam, berupa tanah longsor dan banjir.

"Untuk itu, kepada masyarakat agar peduli terhadap alam dan menjaga alam dengan baik supaya terhindar dari bencana alam," himbau Bunda Indah.

Sementara itu, Sementara itu, Dandim 0821, Letkol, Achmad Fauzi, SE., mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan Gladi lapang tersebut. Menurutnya, kegiatan Gladi Lapang itu, dapat menumbuhkan sikap tanggap dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

"Gladi Lapang ini sangat penting ya. Karena dapat menumbuhkan sikap tanggap dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, bagaimana yang akan dilakukan masyarakat dan apa yang harus diperbuat. Jadi dengan adanya Gladi ini masyarakat bisa tahu apa yang harus mereka lakukan," ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Ir. Teguh Widjayono, MM., mengatakan, Kesiapsagaan bencana tersebut, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dengan cara membangun partisipasi dengan semua pihak melalui kegiatan Simulasi Evakuasi Bencana Alam Tsunami.

"Kegiatan Simulasi kali ini, melibatkan kurang lebih 700 peserta, terdiri dari, TNI, Polri, BPBD, TRC, PMI, mahasiswa pelajar, Relawan PB, Dinas terkait serta warga setempat," katanya.

Dalam kegiatan gladi lapang dan simulasi Gempa dan Tsunami tampak dihadiri jajaran Anggota Forkopimda Kabupaten Lumajang, Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Lumajang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar