Tim Cobra dan Satgas Keamanan Desa Patroli Bersama

Kapolres pimpin patroli bersama
Lumajang,(DOC)-Kapolres Lumajang pimpin patroli bersama Tim Cobra Polres Lumajang dan Satgas Keamanan Desa, Rabu (17/04/2019).

Patroli bersama ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam pemilu serentak 2019 agar tidak takut ke TPS.

Patroli bersama diawali dari Desa Kunir Kidul bersama Satgas Keamanan Desa Kunir Kidul untuk mengunjungi beberapa TPS.

Setelah itu tim cobra dan Satgas Keamanan Desa menuju Desa Jatigono langsung melakukan pengecekan beberapa TPS, dan kemudian tim cobra Patroli ke desa-desa yang secara estafet di dampingi oleh SKD yang lalui antara lain SKD Jatirejo-Kunir, SKD Gesang kecamatan Tempeh, dan terakhir Satgas Keamanan Desa nguter kecamatan Pasirian.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, tujuan patroli ini sebenarnya ingin melihat kesiapan Satgas Keamanan Desa dalam membantu pengamanan Pemilu serentak 2019.

"karena apabila SKD ini bekerja dengan optimal maka saya pastikan permasalahan permasalahan yang muncul di setiap TPS dapat segera di atasi. Hal ini karena SKD jumlahnya sangat besar dan SKD ada di setiap RW," ujarnya.

Hingga saat ini ada 5.940 personil Satgas keamanan Desa merupakan sebuah kekuatan yang luar biasa dalam mengantisipasi masalah masalah kamtibmas selama Pemilu serentak 2019 berlangsung

Saat ini, menurut Kapolres kekuatan ekuatan Polres Lumajang yang hanya 621 personil, dibanding  jumlah TPS 3.281,tentu sangat tidak sebanding.pasti banyak TPS yang tidak tersentuh pengawasan oleh jajaran pihak Kepolisian.

"sehingga SKD merupakan sebuah solusi yang sangat efektif dalam membantu kami menciptakan keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten lumajang,"ujar arsal.

“anggota SKD merupakan relawan keamanan yang tidak di gaji. mereka hadir sebagai anggota SKD merupakan panggilan hati nurani. Kalau dilihat dari theory hirarki kebutuhan Abraham Maslow, mereka ini berada pada puncak piramida yaitu aktualisasi diri. pada puncak piramida, kepuasan seseorang karena bisa membantu orang lain. berbeda dengan dasar piramida, dimana pada posisi ini kepuasan seseorang terletak pada terpenuhinya sandang, papan dan pangan” ungkap arsal Berteori.

Perlu di ketahui bahwa SKD telah terbentuk di 198 desa se-kabupaten lumajang, dengan total personil 30-50 per-desa. SKD di rekrut dari perwakilan masing-masing RW. Posisi SKD di bawah kendali kepala desa dan di bawah binaan bhabinkamtibmas dan babinsa. kemudian SKD juga di lengkapi rompi sebagai identitas desa dan HT sebagai alat komunikasi. pembelian sarana tersebut menggunakan anggaran dana desa dengan penganggaran Rp. 35 juta setiap desanya.

Posting Komentar

0 Komentar