Polisi Temukan Anak Hilang Asal Sumbersuko di Mess Putri Madiun

Putri Ayuni dimintai keterangan Kapolres
Lumajang,(DOC)-Tim Cobra Polres Lumajang berhasil menemukan anak yang hilang bernama Putri Ayuni (16) di Mess Putri, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Minggu (14/4/2019).

Ditemukan Putri Ayuni setelah polisi melakukan sebuah proses penyelidikan yang mendalam.

Kapolres Lumajang AKBP Muhamamd Arsal Sahban menjelaskan setelah mendapatkan laporan tim Cobra Polres Lumajang melakukan penyelidikan dan mencari informasi hilangnya anak tersebut dan didapatkan informasi anak tersebut ternyata naik bú dari terminal Minak Koncar, sampai akhirnya tim cobra mengetahui keberadaannya di Madiun.

"tim cobra di kerahkan untuk mengejar anak ini ke Kabupaten Madiun dan di temukan tepatnya di Mess Putri Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun," jelasnya.


Baca Juga : Polisi Kejar Terduga Pelaku Penculikan Anak Ke Madiun

Dari pengakuan korban, jika kepergian ke Madiun adanya tawaran bekerja dari Sugiono Handoko (24) dengan gaji 3 juta/perbulan.

"Sugiono sendiri kenal dengan korban melalui media sosial kemudian menawarkan pekerjaan kepada korban untuk menjadi karyawan di perusahaan," ujar Arsal.

Hasil perkenalan Sugiono dan korban sendiri 1 bulan terakhir melalui media sosial.

"Karena adanya permasalahan ekonomi yang di hadapi oleh keluarga yuni sehingga dengan hasrat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut yuni berangkat ke madiun tanpa berpamitan kepada ke 2 orang tua," ungkapnya.

Kapolres Lumajang menarangkan bahwa kasus ini tak lepas dâri himpitan ekonomi yang menimpa keluarganya.

Persoalan ekonomi yang di hadapi oleh keluarga korban, dimana ibunya bekerja sebagai buruh pabrik dan Bapaknya bekerja serabutan serta adiknya yg masih TK tidak ada yg merawat sehingga ia harus berhenti sekolah untuk menjaga adiknya yang masih kecil.

Situasi inilah yang membuat yuni ingin mencari nafkah sendiri sehingga terjerumus ke bisnis ilegal.

Agar yuni tetap bisa sekolah meminta kepada orang tuanya agar anak yang masih TK tersebut untuk di titipkan ke dinas Sosial untuk di rawat dan di sekolahkan.

"Dan apabila kondisi perekonomian orang tua yuni sudah membaik, Kapanpun orang tua Yuni bisa mengambil anaknya kembali, karena program dinas sosial tersebut merupakan progam pemerintahan yang sangat solutif, sehingga yuni bisa sekolah, ke 2 orang tua tetap bisa bekerja dan anak yang masih TK mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak,” ujar Arsal.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan Di balik permasalahan ini sebenarnya ada persoalan besar yang akan perlu di ungkap karena Yuni dan Sugiono sebenarnya adalah korban dari sebuah bisnis ilegal.

"sementara belum saya ungkap untuk kasusnya, karena kami masih melakukan pendalaman untuk membongkar sindikat ini,” ungkapnya.(Mam)




Posting Komentar

0 Komentar