Polisi Gelar Rekontruksi Pencurian sapi, Inilah Peran 9 Tersangka

Tersangka saat menuntun sapi keluar dari kandang
Lumajang,(DOC)-Kepolisian Resort Lumajang menggelar rekontruksi pencurian sapi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Selasa (9//4/2019) kemarin.

Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban S.H., S.I.K., M.M., M.H., memimpin langsung rekontruksi pencurian.

Dalam rekontruksi berlangsung menghadirkan 5 tersangka, yakni Husnan, Orep, Busiri, Tingal, dan Amiri, Andri.

Sembilan tersangka ini mempunyai peran berbeda-beda. Tersangka Husnan (35) dan Orep (58) berperan menyimpan sapi curian, sedangkan tersangka Busiri (35), Andri (25), serta Hats (DPO), Neran (DPO) berperan mengeksekusi pencurian sapi di kandang milik korban.

Tersangka Nisap (DPO) , Amiri, Tingal berperan mempersiapkan dan mengamankan jalan yang dilintasi dari Desa Bades, Selok awar awar dan Selok anyar.

Dalam rekontruksi berlangsung menggambarkan tersangka Husn,Neran, Busiri, dan Andry mulai beraksi untuk melakukan pencurian sapi dikandang milik Misrah.

Selanjutnya tersangka Busiri membobol tembok inding kandang menggunakan celurit yang dibawanya, setelah dinding bolong Husni masuk melalui lobang kedalam kandang sapi tersebut untuk memudahkan masuk kawan kawannya yang lain.

Kemudian, Neran dan Busiri masuk kedalam kandang melalui pintu kandang yang sudah dibuka oleh Hais yang sudah masuk melalui bolongan tersebut, sedangkan Andri menunggu diluar sambil mengawasi situasi sekitar.

Baca Juga : Bentrok Antar Dua Kelompok Pemuda di Bades Tewaskan 1 Orang. Polisi Kantongi Identias Pelaku

Hais menuntun sapi dari kandang kemudian sapi tersebut diserahkan kepada Andri. Selanjutnya Andri berjalan duluan sedangkan Hais menunggu kawannya yang masih proses melepas tali tampar sapi.

Setelah Neran dan Busiri keluar, mereka bersama sama menuntun sapi melalui pematang sawah. Andri yg berjalan duluan sempat berjalan kearah yang berbeda (tersesat) dari kawannya Hais, Neran dan Busiri.

Karena ketakutan Andri meninggalkan sapi yang sempat dibawanya dan berlari mencari kawannya yang lain.

Akhirnya mereka bertemu kembali dalam radius 1 KM dari lokasi Andri sebelumnya dan kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan hanya membawa 2 ekor sapi.

Baca Juga : Bupati Janjikan Jenazah TKW Asal Klakah Dimakamkan di Lumajang

Kemudian Neran menghubungi Tingal, Amiri dan Nisap untuk menginformasikan bahwa sapi sudah diperoleh.

Selanjutnya Tingal, Amiri dan Nisap mengamankan jalur yg dilewati dimana mulai Desa Bades, Selok awar awar, Selok anyar dengan perjalanannya sekitar 10 Km.

"Sekitar pukul 05.00 para pelaku sampai di Desa Selok anyar kemudian sapi tersebut dimasukan di kandang sapi milik Husnan dan Orep yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mereka," terang Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH.

Bahkan Kapolres Lumajang akan lakukan penggeledahan kampung selama satu bulan penuh setiap satu pencurian sapi.

"Sekarang saya ingin membuat para pelaku pencuri sapi merasa dihantui oleh Tim Cobra, karena saya akan lakukan penggeledahan kampung," jelas Arsal.

Saat ada pencurian sapi pihaknya akan melibatkan anjing pelacak, dan drone untuk melakukan pencarian sapi.

"Dimana saat ini kami sudah memiliki 2 ekor, selain itu kami juga akan gunakan Drone," tungkas Arsal.

Kapolres Lumajang menghimbau kepada Hais, Neran dan Nisap agar segera menyerahkan diri.

"Percuma kalian melarikan diri karena Tim Cobra cepat atau lambat pasti akan menangkap kalian. Selama kalian tidak menyerahkan diri, saya akan buat hidup kalian tidak akan tenang. karena Tim Cobra akan bergentayangan menghantui hidup kalian," tutur Arsal.

"Lebih baik kalian segera menyerahkan diri supaya kalian segera menjalani kehidupan dan setelah bebas,kalian bisa hidup tenang bersama keluarga dan menjalani kehidupan yg lebih baik," imbuh Kapolres.(mam)

Posting Komentar

0 Komentar