KPU Lumajang Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019

KPU Lumajang gelar rapat pleno
Lumajang,(DOC)-KPU Lumajang menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat kabupaten Lumajang Senin (29/4/2019) di Gor Wira Bhakti Lumajang.

Rapat pleno akan digelar selama dua hari hingga tanggal 30 April 2019.

"Hari ini sudah dimulai, sudah ada beberapa kecamatan yang akan dibacakan. Rapat ini akan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Jika tidak cukup waktu selama dua hari, akan diperpanjang," Kata Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Lumajang, Muhammad Ridho Mujib.

Dia menjelaskan, penghitungan suara Pilpres 2019 akan dilakukan terlebih dahulu. Setelah itu, disusul DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten. "Setiap kecamatan seperti itu urutannya," jelasnya.

Sementara, untuk menjamin keamanan proses perhitungan suara tingkat Kabupaten Tim gabungan terdiri TNI/Polri dan Satpol PP siap mengawal pengamanan proses perhitungan suara.

Kurang Representatif, Banyak Peserta Tinggalkan Pleno
Disisi lain, dari pantaun media ini, tidak sedikit peserta meninggalkan tempat rekapitulasi berlangsung. Walaupun KPU sudah memasang alat pendingin ruangan suhu di dalam GOR masih terasa panas.

Hal tersebut membuat peserta keluar sementara waktu dan kemudian kembali, sehingga terlihat banyak kursi yang kosong.

Tampak terlihat peserta panita yang keluar seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan saksi-saksi.
Karena kurang Representatif, Banyak Peserta Tinggalkan Pleno

Ketua Panwascam Kecamatan Candipuro, Doni menyampaika, jika pelaksanaan acara pleno di Gor kurang maksimal dan nayaman, karena sumuk (gerah).

"Menurut saya rapat pleno sebaiknya digelar di hotel, seperti dilakukan di daerah lainnya, karena tempatnya lebih enak," ungkapnya kepada sejumlah awak media saat keluar dari dalam Gor.

Menanggapi, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Lumajang, Muhammad Ridho Mujib menyampaikan, pihaknya sudah memasang alat pendingin yang cukup reprensentatif.

"Mungkin mereka kecapean. Apalagi membutuhkan waktu yang panjang, karena setiap kecamatan membutuhkan waktu membaca sekitar 1 jam, karena ada 5 hasil jenis pemilu," Ungkap Ridho.(Mam)








Posting Komentar

0 Komentar