Jenazah TKI Asal Klakah yang Meninggal di Malaysia Tiba di Rumah Duka

Jenazah Mistiwati tiba dirumah duka
Lumajang,(DOC)-Jenazah Mistiwati (44) TKW asal Klakah yang meninggal di Malasia tiba dirumah duka Desa Tegal Ciut, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Minggu (14/4/2019).

Hadir dalam prosesi serah terima jenazah saat itu, Wakil Bupati Indah Ampewati bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Lumajang Suharwoko terlihat sudah di rumah duka.

Kedatangan jenazah TKI itu, dijemput langsung dari bandara Juanda, Surabaya dengan menggunakan mobil armada Ambulance.

Begitu ambulans pembawa jenazah tiba, warga langsung bergotong-royong menggotong peti jenazah menuju rumah duka.

Para tetangga dan kerabat juga telah menyiapkan kedatangan jenazah sejak pagi. Dan keranda juga sudah disiapkan.

Usai disholatkan di rumah Duka Jenazah Mistiwati langsung dimakamkan di lokasi pemakaman lingkungan setempat.

"Saya berterima kasih sangat atas kepedulian semua pihak, karena keadaan saya memang benar tidak mampu, saya meminta maaf. Saya tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Sali suami jenazah dengan nada polos.

Sementara, Ketua SBMI DPC Lumajang Dwi Wismo Wardono mengakui upaya pihaknya memulangkan jenazah TKI ini tidak luput dari kerja sama dari sejumlah pihak.

Upaya demi upaya ditempuh, untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

"Mengucapkan terima kasih pada Dubes RI di Malaysia yakni Rusdi Kirana, yang mana membantu sepenuhnya terhadap biaya perawatan dimasa sedang sakit. Yang mana, sejak almarhum dirawat di Kuala Lumpur sudah menghabiskan biaya hingga 17 ribu ringgit atau setara 60 juta rupiah, dan semuanya itu ditanggung oleh anggaran KBRI," kata Dwi.

Pihaknya pernah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, saat itu ia bersama sejumlah perwakilan SBMI DPC Lumajang Jawa Timur, beraudensi ke Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Namun hasilnya, selang janji Bupati dua hari pasca audensi, untuk memberikan keputusan terkait pemulangan, dirasa oleh pihak SDMI tidak menuai hasil seperti apa yang diharapkan. Hal itu dikarenakan, MIstiwati (almarhum) masuk kategori TKI ilegal.

"Saat itu tidak ada titik temu.Tapi alhamdulillah melalui Bambang Haryadi meski belaiunya enggan disebutkan namanya, dia bernegosiasi dengan Dubes disana, akhirnya biaya pemulangan dibantu juga dengan anggaran KBRI. Sehingga jenazah sampai di Surabaya tadi. Dan diteruskan ke rumah duka di Desa Tegal Ciut Lumajang," terang Dwi.

Dibalik duka dan keterbatasan hidup, saat ini keluarga miskin asal Desa Tegal Ciut Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur, bisa mengebumikan perempuan yang sebelumnya sempat tak ada kabar sejak 7 tahun lalu, di tanah kelahiarannya di Lumajang.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar