Disarpus Gelar Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan

Lumajang,(DOC)- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang menggelar rapat koordinasi pengawasan kearsipan.

Rakor dilakukan di ruang Rapat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Rabu (10/4/2019). Acara tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Lumajang Kustiati, S.Sos, MM; Kepala Bidang Akuisisi dan Pengelolaan Kearsipan Narto, SH.; Arsiparis Ainun Farida, SH dan Pursiwi Pirmintasih P. A.Md.

Dalam sambutannya,  Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Lumajang Kustiati, S.Sos, MM menjelaskan, Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, menyatakan bahwa penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip.

"Ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang handal, perlindungan, kepentingan negara, dan hak-hak keperdataan, keselamatan, dan keamanan aset nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan publik," jelas Kustiati.

Dia menuturkan, terkait ANRI telah menerbitkan Peraturan Kepala ANRI Nomor 38 Tahun 2015 yakni tentang Pengawasan Kearsipan, karena urusan kearsipan merupakan salah satu urusan wajib pada Pemerintah Daerah sehingga penyelenggaraan harus diawasi.

"Untuk itu, pengawasan penyelenggaraan kearsipan pemerintah di lingkungan pemerintah Kabupaten dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten Lumajang," Ujar Kustiati.

Dimana kegiatan rapat koordinasi pengawasan kearsipan sebagai langkah awal dalam melaksanakan pengawasan kearsipan secara nasional yang dilaksanakan pencipta arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

"Sebagai lembaga Kearsipan Daerah di Kabupaten Lumajang sangat berharap pelaksanaan audit kearsipan internal dan eksternal tahun 2019 dapat dilaksanakan oleh seluruh instansi pemerintah Kabupaten Lumajang," imbuhnya.

Untuk itu, OPD, Kecamatan Dan BUMD lebih perhatian dan peduli terhadap pengawasan kearsipan.

"Saya mengharapkan melalui rapat koordinasi ini dapat menghasilkan solusi terhadap permasalahan kearsipan sehingga di tahun 2019 dapat mendapatkan predikat yang lebih baik," pungkas Kustiati.

Posting Komentar

0 Komentar