Permata Adinda: Jadi MC Sejak Duduk Dibangku Sekolah

Permata Adinda
Lumajang,(DOC)-Cewek Cantik asal Lumajang bernama Permata Adinda kini sering menjadi MC diacara kegiatan Pemkab Lumajang.

Panggilan Permata yang kerap dipanggil Dinda ini sudah tergolong senior dalam dunia Master of Ceremony (MC) di Lumajang hingga banyak memadu acara-acara kegiatan Pemkab Lumajang  dan ivent-ivent di Lumajang dan sekitarnya.

Kelahiran Lumajang, 22 April 1985 ini sekarang bekerja di Bagian Staf dan Protokol Humas Pemkab Lumajang ini sudah menjadi MC sejak 2014-2019.

"Sebelum di Bagian Staf dan Protokol saya bekerja di penyiar Radio Suara Lumajang tahun 2014 sampai 2016," ucap Permata Dinda.

Bahkan pekerjaan menjadi sebagai MC dijalani sejak duduk dibangku sekolah MTsN 1 Kota Malang

"Dulu saya pernah ikut audisi MC dan menjadi MC terbaik," kata Permata Dinda.

Melihat keluwesannya saat berbicara dengan membawa mic, tentunya selain memerlukan skill juga butuh waktu untuk mengasah keterampilan tersebut. Di balik cuap-cuapnya, Permata Dinda ini mengakui bahwa rasa gugup sebagai MC itu tetap ada.

Rasa gugup sebelum performance bagi seorang MC itu hal wajar, dan berbeda cara dalam melawan rasa gugup bagi setiap MC," ungkap Dinda di laman Facebook pribadinya, Jumat 12 April 2019 lalu.

Lebih lanjut, ternyata Dinda juga punya tips untuk melawan rasa gugup saat menjadi MC. Tentunya berdasarkan pengalaman pribadi yang kerap dilakukannya.

Pertama wajib berdoa, sebagai seorang Muslim, Dinda biasa membaca Surat Al-Fatihah. Sebelum mulai pembukaan acara, Dinda juga berdoa dalam hati, "Bismillahirrahmanirrahim, Yaa Allah berikan kesuksesan, atas izin-Mu Dinda bisa..." dan ini dilakukan dengan memantabkan hati dan percaya diri.
Dinda Permata saat menjadi MC disebuah salah satu acara

Kedua, wanita yang mulai bekerja di Pemkab Lumajang sejak tahun 2014 ini biasa mengecek kembali atau berkoordinasi dengan panitia tentang konsep acara. Tentunya ini sangat penting untuk menghindari kesalahan teknis yang bakal bikin MC tambah canggung di depan hadirin.

Ketiga, memanfaatkan waktu sebelum acara untuk berinteraksi dengan audiens. Ngobrol santai dengan audiens karena akan menambah rasa pede, karena kedekatan emosional sudah terbentuk sebelum acara dimulai.

"Bisa juga SKSD, Sok Kenal Sok Dekat, tapi jangan berlebihan yaa..." pesan Dinda.

Keempat, jika acara belum mulai dan pejabat atau narasumber sudah hadir, jangan lewatkan kesempatan ini untuk ngobrol konsep acara atau ngobrol santai dengan pejabat atau narasumber tersebut. Sekali lagi ini untuk lebih mendekatkan emosional MC dengan pembicara.

Selain 4 hal yang biasa dilakukan di atas, Dinda yang mulai mengenal dunia broadcast tahun 2000 saat ikutan ajang news presenter JTV di bangku sekolah tersebut punya tips tambahan. Yakni 3 hal yang harus dihindari oleh seorang MC.

Post a Comment

0 Comments