Bupati Lumajang Hadiri Musrebang Provinsi Jawa Timur

Lumajang,(DOC)-Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Jawa Timur 2019-2024 dan RKPD Provinsi Jawa Timur 2020, di Ballroom Grand City Convex Surabaya, Selasa (09/4/2019) pagi.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., yang ditandai dengan pemukulan gong.

Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Timur 2019-2024 tersebut dalam rangka mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif, melalui kerja bersama dan semangat gotong royong.

Sedangkan, RKPD Provinsi Jawa Timur 2020 dalam rangka peningkatan kapasitas sumberdaya manusia Jawa Timur untuk pertumbuhan berkualitas dan berdaya saing.


Baca juga: Bentrok Antar Dua Kelompok Pemuda di Bades Tewaskan 1 Orang. Polisi Kantongi Identias Pelaku

Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., menyampaikan, bahwa tantangan Musrenbang kali ini dapat dilihat, bahwa masih banyaknya kemiskinan terutama di kantong-kantong pedesaan.  Juga adanya kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan.

"Saya melihat bahwa Dra. Khofifah dan Wakil Gubernur ingin memberi akselerasi atau menghilangkan ketimpangan dan kesenjangan di Jawa Timur," ujarnya.

Lebih jauh, diungkapkan, bahwa di Jawa Timur dengan kabupaten/kota begitu banyak, namun masih belum bisa maju. Untuk itu, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur harus bisa bersinergi satu sama lainnya, sehingga semua dapat melihat atau merasakan pembangunan yang ada.

Baca Juga : Polisi Serahkan Sepeda Motor Curian kepada Pemiliknya

"Saya harap dengan adanya Musrenbang ini bisa mensingkronkan pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Dengan begitu akan ada sinergi dalam membangun negeri," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., mengungkapkan, bahwa persoalan Provinsi Jawa Timur yang harus diselesaikan saat ini adalah ketimpangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan.

Itu semua harus diselesaikan dengan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan, intervensi dari efektivitas dana desa, serta intervensi dari program yang diturunkan oleh Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten di desa menjadi sangat penting untuk dilihat, bagaimana menjadikan seluruh intervensi program berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa.

"Kami berharap, bahwa yang kita bangun pada lima tahun ke depan adalah sinergitas diantara seluruh komponen strategis di Jawa Timur," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur menyerahkan penghargaan pembangunan daerah (PPD) 2019, yaitu terbaik 1 Kabupaten Bondowoso, terbaik 2 Kabupaten Sampang, terbaik 3 Kab. Situbondo, harapan 1 Kab. Trenggalek, harapan 2 Kab. Ngawi dan harapan 3 kab. Ponorogo.

Sedangkan kategori Kota yaitu, terbaik 1 Kota Kediri, terbaik 2 Kota Malang dan harapan 1 Kota Blitar.

Musrenbang kali ini dimoderatori Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Sedangkan Pemateri yaitu, Sekjen Kemendagri, Drs. Hadi Prabowo, MM., Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementrian PPN RI / Kepala Bapennas, Ir. Bambang Prijambodo, MA., Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur Pengawasan Kementrian PAN RB, M. Yusuf Ateh, Ak., MBA.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar