Polres Lumajang Gelar Rekontruksi Spesialis Pencuri HP

Lumajang,(DOC)-Komplotan perampok Toko Handphone akhirnya diringkus tim Cobra Polres Lumajang.

Para pelaku melakukan aksinya di HP "Rama Cell" di Dusun Kedungpakis, Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Lumajang, pada Jumat 22 Februari 2019.

Penangkapan para pelaku ini dilakukan di tempat yang berbeda, pada Selasa (12/3/2019).

Setelah dilakukan penangkapan, polisi gelar rekontruksi ulang di dua lokasi.

Dalam rekontruksi berlangsung menggambarkan peran masing-masing pelaku, yakni Riskiyanto (18) asal Desa Pasirian bertindak sebagai eksekutor perampokan, Joko Susilo (39) asal sumbersari-Jember sebagai penadah yang juga merupakan kakak kandung wahyudi, sedangkan Rizky Wahyu Imansyah (22) asal Pasirian berperan menyediakan sepeda motor dan mengantar tersangka wahyudi ke Jember.

Dalam kronoligis kejadiannya, Wahyudi melakukan pencurian di konter HP "Rama Cell" dengan cara membobol atap toko handphone. Caranya dengan memanjat tembok disamping toko untuk naik ke atas genteng utk masuk ke dalam toko.

Dalam kurun waktu 1 jam lebih Wahyudi berhasil menjarah seluruh isi toko. Puluhan Handphone, laptop, dan kartu isi ulang, maupun sejumlah uang berhasil digasak oleh pelaku.

Setelah itu pelaku keluar toko melalui jalur yang sam, kemudian tersangka menyimpan tas yang berisi handphone dan barang jarahan lainnya didekat toko.

Kemudian pelaku menemui Rizki dirumahnya dengan berjalan kaki, setelah bertemu Rizki, tersangka Wahyudi mengajak Rizki ke Jember dengan 1 buah handphone.

Selanjutnya tersangka wahyudi berboncengan motor milik risky kembali ke TKP mengambil barang jarahannya tadi dan langsung menuju Jember.

Di Jember Tersangka Wahyudi  menjual hasil jarahannya kepada kakak kandungnya, yaitu tersangka Joko Susilo seharga Rp 2 juta.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengkonfirmasi bahwa mereka ini adalah komplotan sindikat perampokan.

"yang kami tangkap ini merupakan sindikat perampokan toko handphone. dalam melakukan aksinya mereka sudah memiliki peran masing masing yakni wahyudi sebagai eksekutor perampokan, Riski turut membantu melakukan kejahatan dan Joko sebagai penadah barang curian. kami akan kembangkan lagi kasus ini, karena dari hasil introgasi ada fakta baru muncul, dimana tersangka tidak melakukan sekali ini saja tapi sudah beberapa kali dengan sasaran toko handphone,” ujar Arsal.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku minuman keras yang dikenal MILo di Lumajang yaitu bercampur alkohol 70 % dengan kuku bima 3 sachet.

"Minuman inilah yang membuat akal sehatnya hilang dan ketakutannya pun hilang,”ujar Arsal.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian 36 juta.

Barang bukti yang disita oleh tim cobra Polres Lumajang yakni 23 Hp berbagai Merk, 10 kepala charger Hp, 1 buah Laptop Merk Lenovo Warna hitam,1 buah tas merk Consina tipe escrot, dan 6 buah Batery HP, 4 buah Sperpat HP 7 buah pengaman,9 buah kabel carger, serta 6 buah Doshbook HP, uang sejumlah Rp 4 juta.

Tersangka Wahyudi dan Riski dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 penjara, sedangkan tersangka Joko dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara.(mam)

Posting Komentar

0 Komentar