Tokoh-tokoh Nasionalis Bekali GSNI Malang Raya Tentang Marhaenisme

Batu (DOC) - Banyaknya paham radikal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini dan lunturnya jiwa Nasionalisme di kalangan pelajar menggugah pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan elemen masyarakat untuk membentengi generasi muda Indonesia, Salah satunya adalah pembekalan dan penetapan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kota Batu, Kota Malang dan Kab. Malang. Minggu, (10/2/2019) di Griya Dahar and Dine Jl. Ir Soekarno No. 18 Kota Wisata Batu.

Menurut Mahardika Prasetya, ketua panitia, menjelaskan kegiatan  tersebut sebagai langkah penanggulangan penyimpangan ideologi kebangsaan, yang mulai merongrong keutuhan NKRI. Organisasi GSNI yang didirikan tahun 1959 ini, perlu dihidupkan lagi eksistensinya setelah sekian lama vakum, dalam kurun waktu 2 tahun ini GSNI diseluruh Indonesia sudah banyak yang dideklarasikan.

"Gempuran Ideologi yang ingin memecah belah bangsa dan mengancam ideologi Pancasila sudah banyak terjadi, sebagai langkah membentengi ideologi tersebut maka perlu mendirikan wadah/organisasi yang nantinya dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar akan pentingnya Nasionalisme dan Patriotisme.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir dan memberikan pembekalan Dr. Ahmad Basarah selaku Wakilsionalisme RI, Ir. Punjul Santoso Wakil Walikota Batu, Prof. Wani Hadi Utomo dan dr. Mulyohadi Sungkono, SpOG selaku Alumni GSNI, Drs.  Soenarwan Marhaendra selaku Ketua DPP PA GSNI Jatim dan Abdul Ghani ketua DPP GSNI.

Tercatat kurang lebih 100 peserta yang hadir diacara tersebut yang terdiri dari GSNI Lumajang, GSNI Tuban, GSNI Kab. Malang, GSNI Kota Malang, GSNI Kota Batu, GSNI Surabaya, DPP PA GSNI Jawa Timur, DPP GSNI, DPC GMNI Malang, DPC GMNI Malang Raya, DPK GMNI UM, DPK GMNI IKIP Budi Utomo, DPK GMNI Unitri, DPK GMNI IAI Al Qolam dan organisasi Nasionalis lainnya.

Prof. Wani Hadi Utomo selaku Alumni GSNI "Mengatakan bahwa GSNI merupakan wadah untuk generasi muda Nasionalis yang berasaskan Pancasila"

Sebelumnya, Prof. Wani juga mengajak pelajar untuk aktif ber-GSNI dan membumikan Pancasila ditengah krisis ideologi.

"Tantangan terbesar adalah radikalisme dan narkoba. Jadi, jangan sampai kader GSNI tercemar oleh hal-hal tersebut." Tambahnya.

Ketua DPP PA Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jatim, Soenarwan Marhaendra, SE., MM menegaskan bahwa saat ini dikalangan pemuda dan pelajar harus mampu memerangi ideologi yang radikal yang akan memecah belah bangsa.

Sementara itu Eyang Ki Djati Kusumo selaku pemateri memberikan pembekalan terkait dengan sejarah GSNI.

Sedangkan Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua DPP PA GMNI dalam pemaparannya berbicara mengenai tantangan Ideologi Pancasila di kalangan pelajar.

"Masa depan bangsa ini ada dipundak generasi muda penerus bangsa. Siapa yang melanjutkan tongkat kepemimpinan bangsa Indonesia, jika bukan kalian" ujar lelaki yang akrab disapa Basara.

Abdul Gani selaku ketua DPP GSNI memberikan sambutan "Bahwa setiap organisasi pasti mengalami lika-liku pasang surut, akan tetapi kami yakin. Support dari para alumni GSNI dapat membangkitkan semangat adik-adik GSNI, dirinya berharap kedepan GSNI, Sesama front Nasionalis, front Marhaenis harus bangkit" terangnya.

Diakhir acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPC GSNI Kota Batu, GSNI Kota Malang dan GSNI Kab. Malang dangan ditandai penyerahan Surat Keputusan dan penyematan pin GSNI.

Jurnalis Pelajar: Ananda Salsabila (Kader GSNI Lumajang)

Posting Komentar

0 Komentar