Menteri BUMN : Menjadikan Burno Sebagai Desa BNI

Menteri BUMN datang ke  Desa Burno
Lumajang, (DOC) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendatangi Wisata Alas Burno, Desa Burno,  Kecamatan Senduro,  Kabupaten Lumajang, Jumat (15/2/2019) siang.

Menteri BUMN  hadir bersama Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Dirut BRI,  Direktur PTPN  III, X, XI, XII serta sejumlah Direktur BUMN lainnya.

Kedatangan Menteri BUMN disambut oleh Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML., beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang.

Agenda kunjungan Menteri BUMN di Lumajang diantaranya peninjauan Peternakan Sapi dan Hutan "Siti Sundari" Perhutani di Desa Burno, Kecamatan Senduro.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjadikan Desa sebagai Desa BNI, karena program kesejahteraan ekonomi masyarakat didukung penuh Bank BNI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Saya harap PT. Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) ikut serta dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," Harap Rini di sela acara Serasehan.

Potensi yang ada di Desa Burno dinilai sangat besar oleh Menteri BUMN, pasalnya, pertumbuhan perekonomian yang berada di Desa Burno sangat produktif, baik dalam bidang usaha peternakan Sapi, maupun perkebunam Kopi dan Pisang.

Rini mengungkapan bahwa pihaknya akan terus mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar  betul - betul dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif masyarakat, baik  untuk peternakan maupun pertanian.

"Sekarang ini kami selalu menekankan, KUR betul betul bisa bermanfaat bagi penerimanya. Itu juga kalau mereka bekerja berkelompok kita melihat itu.  .akanya, ini salah satu tempat yang cukup sukses, yaitu kelompok peternak Sapi Perah maupun Sapi Potong. Sekarang juga kita memberikan KUR untuk kopi, kami lihat di sini potensinya sangat bagus,”ujarnya.

Ia mengungkapkan,  kendala yang masih dihadapi oleh warga Desa Burno, salah satunya adalah distribusi Susu
Sapi yang masih kurang bagus. Ini akibat jalan yang bergelombang, yang jaraknya sekitar 1,5 km. Kondisi jalan tersebut dikeluhkan masyarakat, karena dapat menurunkan kualitas Susu Sapi.

"Jadi kalau Susu Sapi ini, kalau dia banyak goyangan bakterinya, itu banyak berkembang. Jadi, untuk itu saya berharap kepada direksi BUMN, khususnya BNI, tolong deh jalan 1,5 km ini, sehingga mereka hasil (susu,red) 100% dapat  diterima,” ujarnya.

Di sisi lain, dengan turunnya harga Kopi di juga dikeluhkan oleh masyarakat. Ia berharap kepada pihak PTPN XII yang membawahi wilayahi tersebut dapat membina dan turut serta mendongkrak harga kopi lereng semeru.

Senada dengan Menteri BUMN, Bupati Lumajang, Thoriq  Haq menilai, potensi yang ada di wilayah Desa Burno tergolong sangat tinggi, baik dalam bidang peternakan maupun pertanian.

Bupati mengatakan bahwa potensi Sapi Perah di kawasan tersebut memiliki sekitar 800-an ekor sapi yang menghasilkan susu  5300 liter lebih setiap harinya. Tidak hanya itu, Kambing Etawa Senduro juga menjadi unggulan, tidak hanya bisa dimanfaatkan daging dan susunya, hewan ini juga memiliki nilai tersendiri dalam beberapa kontes kambing.

“Alhamdulillah, setiap ada event perlombaan, Senduro selalu juara,” ujar Cak Thoriq.

Potensi lain yang dimiliki adalah hasil perkebunan, seperti Pisang Agung, Pisang Kirana, sayuran dan Kopi Lereng Semeru. Hasil perkebunan itu,  memiliki kualitas premium.(Mam)












Posting Komentar

0 Komentar