Setebuhi Anak Dibawah Umur, Inisial R Dibekuk Polisi

Lumajang, (DOC) - Pelaku persetubuhann terhadap anak dibawah umur akhirnya dibekuk jajaran Tim Crime Hunter Polres Lumajang, Senin (14/01/2018) dini hari tadi.

Pelaku diketahui berinisial R (17) warga Dusun Krajan,  Desa Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun,  Kabupaten Lumajang.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran mengatakan tersangka ditangkap di rumah kakeknya tanpa melakukan perlawanan, selanjutnya dibawa ke Mapolres Lumajang.

"Penangkapan ini bermula setelah polisi mendapatkan laporan dari orang tua Melati merupakan warga Tanah Merah Utara, Kelurahan Tanah Kalidedinding, Kecamatan, Kenjeran kota Surabaya," jelasnya.

Berdasarkan kesaksian korban dan saksi, kejadian tersebut terjadi hari Kamis 10 Januari 2019 sekitar pukul 19.00 WIB korban meninggakan rumah tanpa seizin dari orang tuanya maupun terhadap saudaranya.

Kesok harinya pada hari Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 19.00 wib pihak keluarga melihat korban yang sedang berdiri diwilayah Kecamatan Yosowilangun, kemudian korban diajak pulang oleh keluarganya.

"Ditengah perjalanan pulang inilah korban menceritakan bahwa disaat Mawar meninggalkan rumah tanpa seijin tersebut korban mengalami persetubuhan dengan seorang laki-laki berinisial R," ujar Hasran.

Dijelaskan Hasran ternyata pada saat korban menghilang tersebut, Mawar keluar bersama tersangka R yang sebelumnya sekitar satu bulan telah saling kenal melalui jejaring sosial Facebook.

"Selanjutnya tersangka mengajak korban keliling sekitaran wilayah Kecamatan Yosowilangun dan akhirnya berhenti di rumah kakek tersangka di sekitaran Dusun Krajan, Desa Yosowilangun, dan dilakukan persetubuhan," ungkapnya.

Terpisah Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MMmengepresiasi dan bangga terhadap anggotanya yang berhasil menangkap pelaku pemerkosaan.

"Ini adalah tamparan keras bagi orang tua yang memiliki buah hati, khususnya yang memiliki anak yang berjenis kelamin perempuan. Adanya kejadian ini diharapkan membuka hati orang tua agar lebih menjaga anak anaknya dari orang yang belum dikenal. Jangan sampai kejadian memilukan yang terjadi di wilayah Kecamatan Yosowilangun ini terjadi pada salah satu keluarga kita” Tegas Arsal.

Tersangka dikenakan Pasal 81 dan 82 UU RI no. 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman Pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar," Pungkasnya. (Mam)

Post a Comment

0 Comments