Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Janda, Ini di Balik Motifnya

Polisi gelar rekontruksi pembunuhan
Lumajang,(DOC)-Polres Lumajang menggelar rekontruksi terhadap janda, Idayati (41), Selasa (29/1/2019).  Rekonstruksi diperankan langsung dua tersangka, yakni M. Syafii (25) dan MNR (15).

Rekontruksi dilakukan di Sungai Bondoyudo Sentono Tebuan Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Dengan beberapa adegan yang dilakukan.

Jasad Idayati ditemukan di kawasan pesisir Pantai di Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Senin (21/1/2019) pagi.

Hanya berselang beberapa hari, dua pelaku ditangkap tim gabungan Tim Cobra Polres Lumajang bekerja sama denga Tim Buser Polres Jember.

Saat hendak diamankan, tersangka M. Syafi'i melawan, sehingga dihadiahi timah panas dikakinya.

Rekontruksi dipimpin Kapolres Lumajag AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, didampingi Katim Cobra AKP Hasran beserta anggotanya, kedua tersangka memperagakan bagaimana aksi itu bermula hingga korban dibuang kesungai.

Di TKP pertama tersangka M.Syafii tiba dilokasi bersama dengan korban dan MNR. Lalu, M. Syafii berkencan dengan korban.

Lalu, keduanya melakukan berhubungan intim layaknya suami istri, dan setelah terjadi cekcok mulut.

Tersangka M. Syafi'i geram, karena korban seraya memaksa dan mengancam, meminta uang sebesar 1 juta.
Kedua tesangka saat akan membuang korban ke sungai


"Saya sudah empat kali kencan dengan korban. Dan saya beri uang 50ribu, tapi yang ini dia minta uang 1 juta. Saya jawab tidak ada. Dia juga berhutang ke sata 500 ribu. Dia mengancam kalau tidak mau ngasih uang, awas kalau ke Lumajang," kata M. Syafi'i memperagakan dihadapan petugas, disaksikan ratusan warga.

Karena merasa terancam, tersangka syafii memukul kepala korban dengan tangan kosong, dan dilanjutkan dengan helm berulang kali hingga korban tak sadarkan diri.

Panik, tersangka M. Syafi'i menyeret kaki korban berpindah ke bibir sungai dan memanggil 'MNR'. Lalu 'MNR' datang dan ikut panik akibat kegusaran tersangka M. Syafi'i.

Setelah itu tsk safi’i menyeret kaki korban ke arah sungai yang berjarak 10 meter dari TKP persetubuhan. saat itulah MNR datang menemui tersangka Safi’i yang kemudian membantu tersangka safi’i melempar tubuh korban kedalam sungai Bondoyudo, Lumajang.

Jasad korban akhirnya terbawa arus sungai cukup jauh melintasi wilayah Lumajang sampai di Pantai Paseban, Jember.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 365 pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

Sejumlah barang bukti disita, berupa sepeda motor dan perhiasan milik korban yang sempat dibawa kabur oleh tersangka untuk kelengkapan proses hukum.(Mam)



  

Posting Komentar

0 Komentar