Panen Padi Petani Majang Tengah Bahagia atau Sedih?

Malang (DOC) - Para petani di desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit - Kab. Malang, sedang berlangsung panen tetapi ada juga petani yang telah melewati musim panen. Menurut tutur pak Supardi salah satu petani setempat bahwa  keterlambatan panen padi kali ini di sebabkan oleh kurangnya tenaga kerja yang bersedia dibayar untuk memanen (oleh masyarakat setempat di sebut Ngarit) sehingga hasil panen padi yang terlalu berumur tua yang juga terendam air hujan ini menghasilkan gabah yang kurang baik. Biasanya hasil panen oleh masyarakat setempat di pergunakan untuk persedian makan keluarga dan ada juga yang dijual ke para pengepul. Harga penjualan gabah dari para petani bervariasi berkisar antara Rp. 4.700 sampai dengan Rp.5.300 per kilogram, tergantung jenis gabahnya. Ada juga petani yang memproduksi sendiri gabah hasil panen menjadi beras. Beras itu lalu dijual dengan harga yang masih bervariasi oleh para petani yang berkisar antara Rp. 9.500 sampai dengan Rp. 10.000 per kilogram ujar Pak Supardi.

Menurut pak Sukarti yang juga salah satu petani asal desa setempat, bahwa ada beberapa permasalahan yang serius yang sering di rasakan oleh para petani desa setempat dari musim tanam hingga musim panen. Jika pada musim kemarau yang dirasakan oleh para petani adalah kuranganya air yang di fungsikan untuk pengairan sawah, “biasanya para petani saling  berebutan membuka pintu air untuk pengairan sawahnya. Permasalahan yang dirasakan oleh para petani adalah kesulitan mendapatkan pupuk. Biasanya pupuk bantuan dari pemerintah itu tak tepat waktu sehingga petani merasa kesulitan sebab harga pupuk yang di jual ditoko harganya sangat mahal jelas Pak Sukarti.

Harapan kami masyarakat petani bahwa pemerintahan dapat memperhatikan masalah-masalah yang kami hadapi, membantu kami agar kesejahteraan para petani dapat terwujud dan agar masih ada orang yang mau menjadikan petani sebagai profesinya.

Aster Betan dari Jaringan Kerja Rakyat Bersatu turut mendampingi para petani di wilayah ini menegaskan bahwa pemerintah dalam menangani masalah petani bahwa pupuk bersubsidi untuk petani harus tetap ada dan tepat waktu, membuat saluran pengairan yang baik dan ada bendungan untuk menambah pasokan air

Posting Komentar

0 Komentar