Lansia Penyandang Disabilitas di Pamekasan Butuh Uluran Para Dermawan

Pamekasan,(DOC)-Kehidupan memprihatinkan masih saja  ada disekitar kita, seperti yang dialami oleh Pahah (59) dan Peya (85), warga Dusun Klampok, Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Keduanya adalah tante dan keponakan,  yang selama hidup mereka tidak pernah menikah, sehingga mereka tidak punya keturunan bahkan keluarga.

Seperti yang diceritakan oleh Pahah,  si keponakan, bahwa dirinya juga tantenya hidup berdua, dan untuk menyambung hidup mereka harus bersabar menunggu belas kasihan dari tetangga sekitar.

"Saya hidup berdua dengan tante, kami saling menjaga, tante sudah rabun juga pendengarannya agak terganggu, karna faktor usia, sedangkan saya sendiri saya kurang beruntung, karna dilahirkan dengan kekurangan fisik, lebih tepatnya dibagian kaki, sehingga saya tidak bisa berjalan dengan normal."

"Dulu kami punya rumah tapi sekarang sudah roboh, dan kami tidak mampu untuk memperbaiki, akhirnya kami tinggal di dapur, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami dikasihani oleh tetangga, maklum kami sudah tidak bisa bekerja lagi, katanya."

Sementara menurut wiwin relawan, kehidupan kedua lansia tesebut memang memprihatinkan.

"Bapak Pahah dan Mbah Peya ini sudah lanjut usia,  jadi untuk bekerja sudah tidak mungkin, apalagi Bapak Peya ini penyandang disabilitas, jadi, mereka berdua menggantungkan hidupnya kepada belas kasihan tetangga."

Harapan saya semoga ada dermawan yang sudi kiranya membantu meringankan beban hidup mereka, karena direzeqi kita itu ada hak mereka, terutama buat perangkat Desa terkait,  juga tetangga yang peduli untuk selalu bisa membantu lansia seperti mereka, juga lansia-lansia lainnya, harapnya iba. (ir/E-kabari.com)

Posting Komentar

0 Komentar