Kawanan Perampok Rohmat Cs Pernah Beraksi di Rumah Anggota Polisi

Lumajang, (DOC) - Setelah Tim Cobra Polres Lumajang berhasil menangkap salah satu pelaku begal di Jalan Umum di Dusun Saringan, Desa Jambearum, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, beberapa hari lalu.

Tampaknya petugas kepolisian dibuat kaget dengan pengakuan tersangka. Pasalnya, pelaku yang dikenal sadia mengaku pernah melancarkan aksinya ini di 9 tempat yang berbeda.

Tersangka tak lain merupakan warga Sumberpudak, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini juga pernah masuk penjara sebanyak 4 kali.

Selain melakukan aksi di 9 TKP, tersangka Rohmat ini dalam aksinya di tahun 2013, pelaku yang saat itu bersama 6 orang lainya juga pernah menyatroni rumah milik anggota Polri.

Dalam aksinya, gerombolan tersebut berhasil menggasak dua sepeda motor yakni Honda Revo warna hitam dan Honda Supra X warna hitam.

Dalam keterangan Rohmat mengaku tidak mengetahui bahwa rumah tersebut adalah milik Aiptu Kojin yang notabene adalah anggota Polsek Kencong.

Tersangka baru sadar bahwa rumah tersebut adalah milik anggota Polri karena adanya sepeda dinas yang terparkir di dalam rumah serta adanya seragam dinas yang juga berada di dalam rumah tersebut.

Namun karena menganggap sudah terlanjur masuk, ke tujuh pelaku tetap mengambil harta benda milik korban tersebut.

Kojin yang mengetahui kejadian tersebut sempat melawan dengan peralatan seadanya. Akhirnya korban pun harus mengakui jika memang kalah jumlah. Akhirnya seluruh anggota keluarga sebanyak 4 orang yang terdiri dari bapak, ibu dan dua anak anak yang masih kecil tersebut diikat di ruang tengah.

Dengan mudah komplotan rampok ini mengeluarkan dua kendaraan bermotor dari dalam rumah selanjutnya dibawa kabur oleh pelaku.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH membenarkan kejadian diwaktu silam tersebut. “Memang benar si Rohmat dulu pernah berurusan dengan Polres Jember karena kasus perampokan di rumah anggota Polri," terangnya kepada sejumlah awak media

Dalam catatan kepolisian, tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi selama empat tahun.

"Total sebelum kejadian ini, tersangka sudah pernah bolak balik masuk kedalam penjara sebanyak empat kali diantaranya kasus perampokan dua kali, pencurian sapi sekali serta sisanya adalah karena mengambil tanaman milik orang lain” Tegas Arsal.(Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar