Kawanan Kera Liar Serang Warga dan 4 Balita


Lumajang, (DOC) - Sekelompok kera menyerang pemukiman warga di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Kera datang kepemukiman warga diduga turunnya hewan yang mulanya tinggal di hutan itu, disebabkan oleh rusaknya habitat alam. Sehingga mereka bergerilya untuk bertahan hidup.

Hingga akhirnya, pada hari Sabtu (12/1/2019) sejumlah warga di serang oleh kera hingga mengalami luka.

Informasi diterima dari pihak kepolisian setempat, dalam waktu dua pekan ini, tercatat sebanyak dua puluh balita harus dilarikan kerumah sakit lantaran menjadi korban penyerangan sejumlah kera itu.

Kebanyakan korban mengalami luka di bagian kepala serta di paha.

Salah satunya Eko Agianto (47) warga setempat. Putranya yang berusia 21 bulan, juga dalam hal ini turut menjadi korban penyerangan kera liar yang mengamuk.

Putra dari Eko Agianti alami luka robek dibagian dahi akibat gigitan kera, dengan panjang robek 9 cm. Meskipun tidak terlalu dalam, namun korban harus dijahit sebanyak 16 jahitan.

Kejadian ini membuat warga yang bertempat tinggal di kawasan hutan menjadi resah. Khawatir sewaktu - waktu kera liar datang dan kembali menyerang.

“Warga sangat was-was terhadap serangan kera liar ini. Kami yang berada disekitar kawasan hutan, menjadi sasaran kera.” ungkap Adnan, tokoh masyarakat Tegal Randu, Minggu (13/1/2019).

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban menuturkan, agar sebisa mungkin tidak membunuh hewan liar ini dalam menanganinya.

"Dipastikan kawanan hewan liar ini mencari makan hingga turun ke pemukiman warga, karena habitat wilayahnya tinggal telah dirusak oleh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut Kapolres menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar sama - sama menjaga kelestarian wilayah hutan tersebut.

"Saya juga menginstruksikan agar menggunakan tembakan obat bius untuk menangani kasus tersebut. Hanya dalam keadaan sangat terdesak saja yang mana mengancam manusia, boleh menggunakan senjata api untuk melumpuhkan," tegas Arsal.(Mam)

Post a Comment

0 Comments