Kapolres Lumajang Sosialisasikan Rantai Sapi Kepada Warga

Kapolres Lumajang sosialisasikan rantai sapi kepada warga
Lumajang,(DOC)-Usai menggelar rekontruksi pencurian sapi, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mensosialisasikan kepada warga di Dusun Karangsari, Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Rantai sapi yang telah diusung Kapolres Lumajang.
Inovasi tersebut adalah rancangan dari Kapolres Lumajang itu sendiri dan sudah diterapkan di beberapa desa di Kecamatan lainnya, bahkan tidak berhenti di rantai sapi saja masih ada Gaster atau garasi ternak untuk pengamanan lapis keduanya.

Penerapan rantai sapi ini berfungsi untuk pengamanan personal tiap-tiap sapi milik warga itu sendiri, rantai sapi ini sangat fleksibel karena tidak mengekang leher sapi tetapi sangat mampu untuk mengamankan sapi dari tangan tangan jahil yang ingin memiliki sapi warga dengan cara yang tidak semestinya.

Rantai sapi yang sudah terpasang di leher sapi kemudian di gembok kedalam cor coran yang telah dibuat untuk mengunci rantai agar lebih kuat lagi.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM menuturkan rantai setebal 10 mm tersebut sangat kuat untuk mengamankan sapi, terlebih lagi rantai tersebut di gembok ke cor coran yg sudah ditanam di dalam tanah untuk lebih menyulitkan lagi saat ingin mencuri sapi sapi warga.

"siapa mampu memotong besi setebal 10 mm pasti perlu usaha yang ekstra, keburu dipergoki warga lagi, oleh karena itu saya menyarankan untuk menggunakan rantai sapi tersebut, rantainya seharga 100 ribu rupiah dan untuk gemboknya 25 ribu butub dua buah, cuma merogo kocek 150 ribu kita dapat mengama kan sapi kita, sekarang harga sapi berapa kalau sampai hilang, 150 ribu itu kecil untuk mengamankan investasi warga toh ini untuk warga sendiri agar tidak terjadi lagi kecurian sapi" ujar Arsal.

Perlu diketahui bahwa Konsep Sistem pengamanan yang dikembangkan oleh Kapolres Lumajang yaitu 3 lapis pengamanan.

Lapis pengamanan pertama dengan penerapan pemasangan rantai besi setebal 10 mm ini berfungsi sebagai pengamanan secara perorangan untuk tiap tiap sapi.
Lapis Pengamanan kedua berupa penerapan sistem GASTER atau bisa disebut Garasi Ternak dalam satu wilayah. sehingga pengamanan bisa bergantian.

"Lapis pengamanan yang ketiga yaitu membentuk Satgas Keamanan Desa terdiri dari beberapa sukarelawan warga yang bersedia menjadi anggota Satgas Keamanan Desa," pungkas Arsal.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar