Gelombang Tinggi, Pantai di Tempursari Kembali Abrasi


Lumajang,(DOC)-Abrasi atau pengikisan bibir pantai di Tegalbanteng Desa Tegalrejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang Jawa Timur semakin meluas. Kondisi itu diduga terjadi akibat tingginya intensitas hujan, sehingga meningkatkan debit air sungai yang berpengaruh terhadap meningkatnya intensitas air laut di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi pada warga sekitar pantai, Kapolres Lumajang AKBP  Muhammad Arsal Sahban mengusulkan ke pemerintah setempat untuk segera melakukan antisipasi agar kejadian semakin rusaknya bibir pantai yang mengancam ribuan warga tidak terjadi.

Belum lama ini pihak Polres Lumajang juga telah memasang zona merah atau police line sebagai tanda bahaya agar kawasan tersebut tidak didekati warga karena sangat berbahaya.

"Jika dibiarkan dan tidak ada langkah langkah yang signifikan untuk mengatasi hal tersebut, maka abrasi akan semakin parah bahkan hanya dalam kurun waktu 2 tahun efek abrasi dapat mencapai 300 M bahkan kemarin abrasi bertambah sejauh kurang lebih 30 M, tercatat sudah 330 M wilayah yang terdampak abrasi dari 2015 hingga saat ini," katanya, Sabtu (19/01/2019).

Kapolres Lumajang juga mengatakan,  pencegahan serta penanggulangan kerusakan alam tersebut karena sudah menjadi tugas bersama selain pemerintah dalam menjaga alam dan mengantisipasi kemungkinn buruk yang bisa saja sewaktu waktu terjadi.

Sementara itu, warga setempat, Sungkono mengatakan, Pada Jumat (18/12/2019) telah terjadi Abrasi Bibir Pantai Tegalbanteng Rt 17 Rw 05 Dsn Tegalbanteng Desa Tegalrejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang mengakibatkan tanah milik warga di sepanjang Pantai Tegal Banteng juga tergerus gelombang air laut dengan luas daratan yang tergerus sekitar 30 meter.

"Benar sekali telah twrjadi abrasi,  semoga segera ada penanganan dari Pemerintah," katanya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, beberapa minggu lalu di bagian Timur Dusun Tegalbanteng yakni di TPI Desa Bulurejo juga mengalami Abrasi yang cukup parah, sehingga menyebabkan beberapa bangunan roboh dan membuat beberapa masyarakat merugi karena bangunan yang didirikan di pinggir pantai roboh tergerus abrasi.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar