Cegah Demam Berdarah, Babinsa Wotgalih Bantu Fogging

Lumajang, (DOC) - Demam berdarah merupakan penyakit yang sering menjadi wabah di masyarakat, khususnya saat musim hujan.  Guna mencegah terjadinya wabah tersebut, Babinsa Wotgalih Koramil 0821/11 Yosowilangun membantu petugas Puskesmas Yosowilangun melaksanakan fogging yang bertempat di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, Minggu (27/01/2019).

DI sela kegiatan Pelda Guntur Rudi Purwanti, Babinsa Witgalih mengatakan sebagai prajurit yang bertugas melaksanakan pembinaan di wilayah, sudah menjadi kewajiban untuk berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan  sebagai wujud pelaksanaan tugas seperti membantu pelaksanaan foogging ini.

“Fogging, merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, yang merupakan vektor utama penyear penyakit Demam Berdarah,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, walau bukan metode pencegahan utama, fogging merupakan salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes agypti dewasa. Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.

“Karena fogging hanya efektif untuk nyamuk dewasa saja, dihimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, laksanakan 3 M kepada tempat-tempat yang dapat menampung air,” himbau Pelda Guntur.

Sementara itu, hal serupa juga disampaikan oleh Danramil 0821/11 Yosowilangun Kapten Arm Aji Joyo Kumoro, bahwa dalam melaksanakan tugas pembinaan di wilayah, babinsa diharapkan selalu dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan di desa binaannya.

“Seperti halnya berperan aktif dalam peaksanaan fogging, merupakan salah satu wujud pembinaan wilayah dan kepedulian TNI terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Danramil mengatakan, dalam memncegah penyearan Demam Berdarah tidak hanya berhenti setelah pelaksanaan fogging saja, tetapi kebersihan lingkungan juga harus tetap dijaga.

“Kuras bak penampungan air dua kali seminggu, kubur benda-benda bekas yang dapat menampung air, sera tutup rapat tempat-tempat penampungan air, agar tidak digunakan sebagai sarang bagi nyamuk,” tuturnya.(Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar