Bermodal Kopi Weci, Pemilik Warung kopi ini nekat nyaleg

Lumajang, (DOC) - Bermodalkan keramahan, kopi weci. Susanti Nur Prasinta asal Desa Kedung Pakis, Pasirian ini berprofesi sebagai penjual kopi pinggir jalan, tepatnya di pertigaan Jalan Kedungpakis, Pasirian, Lumajang

Gadis cantik ini bertekad maju dalam bursa calon legislatif DPRD Kabupaten Lumajang yang ditawari Partai Gerindra untuk mewakili kaum perempuan dan pedagang kecil.

"Saya tidak punya uang sama sekali. Modalnya Niat, doa, keramahan dan kalau banyak yang nongkrong saya berdiskusi tentang aspirasi warga sambil ngobrol santai," ujar aktivis sosial yang akrab disapa Santi, Sabtu (5/1/2019) malam.

Meskipun hanya lulusan SMA , dan berprofesi sebagai penjual kopi pinggir jalan yang sudah digelutinya belasan tahun sejak tahun 2006 silam, Santi tidak pernah berkecil hati untuk bersaing dengan caleg-caleg lain yang berpendidikan lebih tinggi atau memiliki uang berlimpah.

Menurut perempuan kelahiran Lumajang 22 Desember 1990 ini, yang terpenting bagi seorang wakil rakyat adalah mengerti, dan memahami kebutuhan warga. 

"Nilai lebihnya, saya mengalami jadi rakyat kecil yang hidup serba kesulitan. Sehingga saya memahami kondisi dan apa yang benar-benar dibutuhkan dan sayapun belajar dari organisasi sosial yang saya ikuti," tegas Santi.

Perempuan lulusan SMAN 1 Pasirian  tahun 1995 ini mengaku awalnya namanya muncul, menjadi salah satu caleg DPRD Kab. Lumajang DAPIL 3 Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari. Bahkan sempat beberapa orang meremehkan, dan bahkan cenderung sinis.

Namun dengan kesinisan itu menjadi pelecut untuk benar-benar membuktikan pengabdianya untuk rakyat. 

Anak tunggal dari pasangan Nur Salim dan Almh. Mani Poliwati ini mengaku, Meski diawal banyak yang mencibir atas pencalonannya Caleg yang mengantongi nomor urut 4 ini, namun lambat laun dengan pendekatan keramahan ala warung kopi, diskusi aspirasi masyarakat, suasananya pun berbalik.

Beberapa warga bahkan menawarkan diri membuatkan pamflet, poster, dan kalender kampanye tapi ditolaknya dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain dan tidak ada  beban kepentingan politik.

"Saya sosialisasi Caleg hanya memasang baner di warung dan selebihnya lewat media sosial . Kalau saya yang hanya penjual kopi pinggir jalan ya dengan cara sederhana dan tak mau ada tunggangan kepentingan politik pribadi," tandasnya.

Ke depan jika terpilih menjadi abdi rakyat, pengagum Artis Ibu Kota Hengki Kurniawan yang sukses karir politiknya sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bandung  Barat ini bertekat akan berkonsentrasi pada anak-anak dan kaum perempuan terutama para ibu rumah tangga, mengembangkan potensi wisata lokal dan mengawal program Pemerintah agar sukses dan lancar. (Nanda/Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar