Kasus Hukum Baiq Nuril Mengundang Simpati dari anggota DPRD Provinsi NTB

Mataram (DOC) - Kasus yang menimpa Ibu Baiq Nuril (36 tahun) yang didakwa enam bulan kurungan penjara dan denda 500 juta dengan UU ITE No. 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 1 mengundang simpati dari berbagai kalangan seperti pakar hukum, komunitas perempuan, politisi dan dari berbagai kalangan masarakat yang ada di NTB.

Baru-baru ini seorang politisi muda yang merupakan anggota DPRD provinsi NTB dari fraksi Hanura yaitu Lalu Hilman Afriandi membuat rilis pernyataan sikap yang disebarkan melalui sosial media pribadinya. Politisi muda itu menyampaikan tiga poin pernyataan terkait kasus hukum yang menimpa Baiq Nuril Maknun, diantaranya sebagai berikut:

1. Menyampaikan rasa simpati yang sebesar-besarnya kepada ibu Nuril sebagai seorang korban pelecehan verbal, yang dimana saya memandang ibu Nuril hanyalah korban dan murni merekam pelecehan verbal itu untuk membela diri, namun malah didakwa dengan tuntutan yang mengabaikan rasa kemanusiaan dan keberpihakan pada perempuan, yang sesungguhnya merupakan korban yang wajib diberikan perlindungan;

2. Menyayangkan dan mengutuk tuntutan sidang yang menjerat ibu Nuril dengan alasan menyebarluaskan dan mentransmisikan rekaman elektronik asusila, yang pada kenyataannya, dari kronologi kejadian, bukanlah ibu Nuril yang melakukan tindakan penyebaran tersebut;

3. Sebagai anggota DPRD yang juga menjadi perwakilan dari masrakat di NTB, kami mendukung perlawanan hukum ibu Nuril sampai ke tahapan PK, yang mana sebelumnya MA telah memutuskan ibu Nuril dengan pidana penjara enam bulan dan denda 500 juta pada tahap kasasi, yang sangat menciderai nurani kemanusiaan.

Itulah tiga poin pernyataan sikap yang disamapaikan langsung politisi muda NTB itu.

"Hukum memang harus ditegakkan, tetapi hukum jangan sekali-sekali ditegakkan secara tidak obyektif dan tidak subtabtif serta hukum jangan digunaakan untuk menghukum orang yang sama sekali tidak bersalah. Dan dalam kasus ini, Baiq Nuril jelas sebagai korban ketika kita tinjau dari sisi hukum maupum kemanusiaan" tegas Lalu Hilman Apriandi ketika dikonfirmasi terkait kasus hukum ini saat anggota DPRD ini turun ke masarakat didusun Rebile desa Tanak Awu pada Sabtu (18/11/2018).

Kasus hukum yang menimpa Baiq Nuril Maknun saat ini sudah sampai pada tahapan kasasi yang memutuskan Baiq Nuril didakwa dengan hukuman kurungan penjara selam 6 bulan dan denda 500 juta, putusan inilah yang menimbulkan pro kontra sampai akhirnya Lalu Hilman Apriandi anggota komisi II DPRD NTB fraksi Hanura ini bereaksi keras.

"Saya mendukung upaya PK yang diajukan tim penasehat hukum Baiq Nuril ke MA dalam upaya mencari keadilan dan penegakan Hukum bisa tercipta. semoga tidak ada Nuril-nuril yang lain untuk kedepannya" pungkasnya.

Jutnalis Warga : Lalu Muhamad Anshori
Share on Google Plus

About D onenews Lumajang

Berita www.d-onenewslumajang menampilkan berita terkini dan terbaru. Kami, anda dan Kabar Berita

0 Comments:

Posting Komentar