Jual Senjata Api Rakitan, Seorang Pria Warga Jarit Ditangkap Polisi

Lumajang, (DOC) - Seorang pria warga Dusun Krajan, Desa Jarit, kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang ditangkap polisi, karena diduga memproduksi dan menjual senjata api rakitan . Dari rumah Joni Mahendra (35), polisi menyita senjata api rakitan dan ratusan amunisi

"Dari tangan tersangka polisi mengamankan senjata api rakitan jenis revolver, ratusan amunisi serta alat dan perangkat untuk membuat Senpi," kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Baskoro. Minggu (4/11/2018).

Catur menambahkan, Penangkapan terhadap pelaku, bermula setelah polisi menerima informasi terkait adanya penemuan senjata api dan amunisi yang akan dikirim melalui Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pada hari Jumat, 2 November 2018 sekitar pukul 02.40 WIB dini hari, dimana diketahui pada paket pengirimnya tertulis An.  Hendra. S, alamat Candipuro, Lumajang

Setelah mendapatkan informasi dari pihak Juanda bekerja sama dengan Polresta Surabaya, selanjutnya Satreskrim Polres Lumajang melakukan penyelidikan terhadap identitas pengirim. Ternyata identitas pengirim yang benar adalah Joni Mahendra warga Dusun Krajan,  Desa Jarit,  Kecamatan Candipuro.

"Pelaku ditangkap polisi dirumahnya sekitar pukul 20.00 WIB," Ujar Catur.

Saat dilakukan penggeledahan dirumahnya,  polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya ramset panjang kaliber 22 sebanyak 189 biji, ramset kosong sebanyak 26 biji, ramset tajam sebanyak 30 biji. Dan laras Softgun 1 buah uk. 12 Ml, gotri tumah sebanyak 45 biji,  Gotri plastik dan gotri metal sebanyak 300 butir.

"Selan itu,  polisi juga mengamankan tabung gas Co2 kosong sebanyak 14 biji, tabung gas Co2 sebanyak 1 biji,  Pcs Revolver  S&W Rakitan warna hitam, dan amunisi Aktif Cal 38 Spesial Sebanyak 6 buah, Per Spring sebanyak 13 biji, 2 buah KTA Lumajang Shooting Club dan Viper Shooting Club," terang Catur Budi Baskoro.

Sementara dari pengakuan pelaku  barang yang ditemukan di bandara Juanda untuk dikirim ke seseorang yang ada di Jakarta Timur bertuliskan Spare Part namun berisikan senjata rakitan berasal dari dirinya.

Bahkan , Joni Mahendra juga mengaku juga bisa merakit pistol soft gun menjadi senjata rakitan yg bisa diledakkan. Dan juga mengaku mendapatkan bahan untuk merakit pistol soft gun menjadi senjata rakitan yang bisa diledakkan dengan membeli bebas secara online.

"Pelaku juga mengaku anggota perbakin Viper Shooting Club Cab Bondowoso, anggota club perbakin Lumajang Shooting Club Cab Lumajang," Imbuh Catur.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. " Pelaku dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," pungkasnya.(Mam)











Share on Google Plus

About D onenews Lumajang

Berita www.d-onenewslumajang menampilkan berita terkini dan terbaru. Kami, anda dan Kabar Berita

0 Comments:

Posting Komentar