5 Tahun Sekali, Masyarakat Suku Tengger Gelar Unan-unan

Lumajang,(DOC)-Masyarakat Tengger yang dikenal sebagai penganut agama Hindu yang taat, menggelar upacara lima tahunan yakni Unan-unan.

Upacara yang diselenggarakan lima tahunan ini yang diselenggarakan masyarakat Tengger yang ada di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Lumajang ini dihadiri Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, M.Si.

Upacara unan-unan dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat tengger baik yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, ataupun Kabupaten Malang.




Untuk di Kabupaten Lumajang, Upacara Unan-Unan dilaksanakan di dua tempat, yaitu, di Desa Ranupane dan Desa Argosari.

Wakil Bupati Lumajang yang hadir diupacara Unan-unan menyampaikan Ke depan,  perayaan Unan-unan ini dan perayanan adat tradisi budaya suku Tengger yang lain menjadi bagian yang penting dari masyarakat Lumajang, dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lumajang.

"Perayaan Unan-unan ataupun perayaan adat yang lain, merupakan tanggung jawab pemerintah, karena masyarakat Tengger juga masyarakat Lumajang," tutur nya dihadapan masyarakat tengger.

Sementara itu, Romo Dukun Pinandhita Karioleh menjelaskan, bahwa upacara adat Unan-unan merupakan salah satu ritual upacara adat masyarakat tengger yang bertujuan untuk memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa dari segala gangguan.

"Tujuannya sendiri untuk menetralisir kekuatan negatif yang ada, tidak hanya untuk masyarakat tengger, ritual unan-unan juga mendoakan seluruh alam semesta," jelasnya.


Ia menambahkan, sebelum menentukan waktu pelaksanaan Unan-unan para pemangku adat atau para Romo Dukun berkumpul untuk mengadakan musyawarah adat.


Ritual Unan-unan dimulai dengan menggelar doa yang dipimpin oleh Romo Dukun. Masyarakat secara bersama-sama mengarak kepala kerbau dan beberapa jodang  menuju Sanggar Agung dan diakhiri dengan doa bersama

Upacara tersebut dimaksudkan, guna membersihkan desa dari gangguan makhluk halus dan menyucikan arwah-arwah yang belum sempurna, agar dapat kembali ke alam asal yang sempurna yakni nirwana.

Kata Unan-unan sendiri berasal dari kata "tuno-rugi", artinya upacara itu dapat melengkapi kekurangan-kekurangan yang diperbuat selama sewindu. Dalam upacara Unan-unan, masyarakat tengger menyembelih kerbau sebagai kurban.(Mam)
Share on Google Plus

About D onenews Lumajang

Berita www.d-onenewslumajang menampilkan berita terkini dan terbaru. Kami, anda dan Kabar Berita

0 Comments:

Posting Komentar