Pembunuhan Sutir di Klakah, Bermotif Asmara

Lumajang,(DOC)-Sutir (38) warga Dusun Clarak, Desa Kebonan, Kecamatan Klakah tewas setelah dibacok pelaku, Minggu (21/10/2018) petang sekitar pukul 18.30 WIB.

Tak hanya dibacok, pelaku yang bernama Muhammad Saifullah (25) warga Dusun Clarak, Desa Kebonan, Klakah juga membunuh korban dengan menggunakan pistol Air Soft Gun. 

Kapolres Lumajang AKBP Iswan Nusi AKBP Rachmad Iswan Nusi SIK MH mengatakan, dalam kurun waktu kurang 24 jam pelaku berhasil ditangkap dirumah saudaranya di Desa Klakah, Senin (22/10/2018)

"Pelaku ini tak lain adalah tetangga korban. Dan dia ini yang melakukan atau merupakan eksekutor," Ungkap Kapolres Lumajang ketika konferensi Pers, Rabu (23/10/2018).

Motifnya, adalah terkait kasus asmara, yaitu istri pelaku berhubungan dengan korban. Sehiu

"Dari pengakuan tersangka nekat membunuh korban karena dirinya sakit hati. Pelaku membunuh korban dengan clurit dan Air Soft Gun," kata Rachmad Iswan Nusi.


Dari pengakuan tersangka sendiri pistol jenis Soft Gun membeli di online dengan harga 2 juta.

"Barang bukti berhasil diamankan 1 sebilah sajam, pistol jenis soft gun merk Colt Defender, dan 9 butir peluru gotri yang berada dalam 1 pistol," tuturnya.

Dijelaskan Kapolres, kejadian bermula pada pukul 17.30 WIB, Minggu(21/10.2018), korban berangkat dari rumahnya mengantarkan anaknya yang masih berusia 5 tahun untuk khitan ke Puskesmas Klakah dengan mengendarai motor.

Sepulangnya dari Puskesmas, korban dihentikan oleh tiga orang tepat di jalan desa barat pasar hewan, desa Kebonan. Saat itu pelaku langsung menganiaya dan membacok korban hingga mengalami luka parah.

Warga yang berada di dekat lokasi langsung membawa korban ke RSU.Haryoto Lumajang dengan menggunakan ambulan desa. Namun saat dalam perjalanan korban meninggal dunia.

"Luka yang dialami oleh korban diantara luka bacok di tubuh, mulut dan luka tembak di dada," paparnya 

Saat melakukan aksinya ada dua orang saksi yaitu  temannya yang bernama Roni, Tolip.

"Sementera masih keduanya masih sebagai saksi. Tetapi masih kita dalami apakah ada keterlibatan dengan penganiayaam ini," ungkap Kapolres.

Tersangka yang tak lain merupakan TKI Malasia ini akan di kenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.(Mam)










Share on Google Plus

About D onenews Lumajang

Berita www.d-onenewslumajang menampilkan berita terkini dan terbaru. Kami, anda dan Kabar Berita

0 Comments:

Posting Komentar