Truck Muatan Tebu Diminta Tidak Menyalahi Aturan

Lumajang, (DOC)- Banyaknya keluhan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang kian merasa tidak nyaman, saat berkendara sebab lalu lalang truck muatan tebu yang dinilai bermuatan tinggi dan melebihi kapasitas. Bahkan pihak Dinas perhubungan Lumajang memberikan warning (peringatan).

Baik pada pengusaha maupun pada pengemudi angkutan tebu, diminta untuk tidak bermuatan over atau melampaui aturan sehingga kadang - kadang menimbulkan masalah di jalan. 

Neken Tarigan, Kasi Pengendalian Pengawasan UPT LLAJ Jember mengatakan kepada awak media, pihaknya mengaku tidak segan akan menindak jika ditemukan angkutan yang dinilainya menyalai aturan. 

"Kami menghimbau pada pengusaha ataupun pengemudi angkutan tebu, untuk tidak bermuatan over atau melampaui aturan sehingga kadang - kadang menimbulkan masalah di jalan, diantaranya belakangan ini kemacetan dijalan karena terjadi kecelakaaan, ada yang terguling, kena (nyangkut) kabel listrik," kata Neken Tarigan saat menggelar razia kendaraan bermotor gabungan, Senin (13/8/2018). 

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa serta merta mengatakan muatan tinggi pada kendaraan truck itu adalah sebuah pelanggaran, sebelum dilakukan pengukuran sesuai rumusan yang ada. 

"Kalau untuk pelanggaran itu kan pelanggaran tehnik cara memuat, sebenarnya kan ada ukurannya untuk ketinggian muatan itu ada aturannya, ukurannya lebar bak kendaraan dikalikan 1,7. Jadi kalau melampaui lebar kendaran dikali 1,7 dan melebihi hasil itu, makan masuk pelanggaran. Kriterianya begitu, di kalau tidak diukur kita kan tidak tau," ucap dia. 

Hal ini kian menjadi kajian bagi pihaknya untuk terus mengoptimalkan cara menanggulangi persoalan lalu lintas yang belakangan ini menjadi keluhan masyarakat. 

"Sebenarnya sudah ada penindakan, kalau kita ada operasi gini itu pasti kita tindak, cuma kita tidak bisa setiap hari," Tutur Tarigan. 

Dimana persoalan lalu lintas di Lumajang, khususnya muatan tebu di setiap musim tebang terus menjadi perbincangan meranah pada keluhan pengguna jalan lain. Para pengguna jalan merasa tidak nyaman ketika beriringan dengan truck muatan tebu. Selain merayap, berjejer dan lajunya lambat, muatan yang tinggi menjulang kerap membuat resah pengemudi yang berada dibelakangnya. 

"Tinggi, mau mendahului ternyata didepan ada lagi, parahnya ditanjakan Klakah dan Ranuyoso, jalan kan tidak rata. Yang ada dibelakangnya melihat tumpukan tebu diatas truck itu bergerak karena jalan sebagian bergelombang, terus terang kami merasa resah dan was - was," kata Maman pengendara yang berhasil diwawancarai awak media tuturnya.(Mam)
Share on Google Plus

About D onenews Lumajang

Berita www.d-onenewslumajang menampilkan berita terkini dan terbaru. Kami, anda dan Kabar Berita

0 Comments:

Posting Komentar