Pasutri Tewas Berpelukan Di Lapas, Begini Kronologisnya

Lumajang,(DOC) - Rasit (30) tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Lumajang, meninggal dunia berpelukan bersama Fatimah (18), istrinya di dalam lapas, Jumat (31/8/2018).

Pasangan suami istri (Pasutri) tewas diduga meminum racun. 

Kronologis meninggalnya Pasutri ini di ceritakan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH. MHum, awal sekitar pukul 09.00 WIB, Fatimah istri dari tahanan bersama ibu mertuanya datang ke lapas untuk menjenguk tahanan bernama Rasit. 

Mereka membawa makanan berupa 2 bungkus Nasi jagung, 1 bungkus serundeng, 1 bungkus rendam daging sapi, 1 bungkus mie goreng dan 1 bungkus pisang goreng. "Setelah barang bawaannya menjalani proses pemeriksaan oleh petugas Lapas mereka diperkenankan untuk masuk kedalam Lapas untuk melakukan kunjungan Tahanan," ujar Hasran. 

Bertempat diareal kunjungan keluarga tahanan atau narapidana didalam Lapas Kelas II B Lumajang, selanjutnya tahanan  Rasit  dipanggil oleh petugas Lapas melalui pengeras suara, datang dengan membawa 1 (satu) botol Air Mineral isi tidak penuh, tampak berisikan air yang agak keruh dan sedikit ada busa dan langsung menemui istri dan Ibu kandungnya yang datang, berbaur dengan penggunjung dan tahanan atau narapidana lainnya.


Selanjutnya Rasit memesan 2 gelas plastik ke kantin Lapas, setelah itu langsung ikut duduk merangkul memeluk Istri dan Ibu Kandungnya, bersamaan dengan itu tahanan Rasit menuangkan Air dari botol mineral yang dipegang kedalam 2 gelas plastik dan 1 gelas diberikan kepada Istrinya dan diminum secara bersama-sama sambil saling memeluk berangkulan berdua.

"Kejadian itu disaksikan Ibu kandungnya serta para pengunjung, tahanan dan narapidana lainnya," tutur AKP Hasran. 

Beberapa saat kemudian masih dalam posisi duduk berpelukan tiba-tiba keduanya (suami istri) rebah terkesan sesak nafas dan membuat panik para pengunjung/tahanan/narapidana yang berada diareal kunjungan Lapas. 

"Dalam kondisi sesak nafas pasutri dibawa petugas Lapas dibantu tahanan/Narapidana lainnya, dibawa keruangan Poliklinik untuk diberikan tindakan medis, namun setelah dilakukan pemeriksaan korban sudah meninggal dunia," jelasnya.

Lebih lanjut,  kata Hasran, Polisi saat ini sudah mengamankan sejumlah barang bukti 1 botol bekas air mineral dan 2 buah gelas plastik yang terdapat sisa cairan. 

"Kami akan mengirim botol air mineral dan 2 buah gelas plastik yang terdapat sisa cairan ke Labfor Cabang Surabaya untuk mengetahui penyeban kematian korban," terangnya. 

Dia menambahkan, korban yang tewas bernama Rasyid  merupakan titipan tahanan Polsek Lumajang kota dan terlibat kasus penipuan dan penggelapan. "Dan berkas perkara masih dalam proses penelitian oleh Jaksa Penuntut Umum di Kejari Lumajang belum P.21," Pungkasnya. (Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar