Masyarakat SM3T Institute Apresiasi Kegiatan Trauma Healing GGD Loteng Untuk Anak-anak Korban Gempa

Lombok Utara (DOC) - Kepedulian para guru muda yang tergabung dalam tim relawan Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Lombok Tengah untuk membantu korban gempa bumi di Lombok mendapat apresiasi dari Akhiruddin, S.Pd., Gr Koordinator SM3T Institute (MSI) menilai, kerja keras teman-teman GGD Lombok Tengah untuk menggalang donasi dari masyarakat sangat luar biasa sehingga bantuan tersebut terkumpul kurang lebih Rp. 46.048.000,-.

Selain bantuan berupa uang mereka juga mengumpulkan donasi baju bekas layak pakai, perlengkapan sekolah dll. Bantuan yang telah disalurkan masyarakat melalui Posko Peduli Gempa GGD Lombok Tengah sangat besar manfaatnya bagi para pengungsi, karena selain menyalurkan bantuan berupa sembako mereka lebih memfokuskan pada pemulihan kondisi psikologis mereka dengan melaksanakan kegiatan Trauma Healing.

“Upaya tersebut patut kita apresiasi karena teman-teman GGD Lombok Tengah begitu sigap melihat keadaan pengungsi ketika masyarakat membutuhkan bantuan, mereka langsung berhimpun dan bergerak mencari bantuan ke kawan-kawannya di seluruh Indonesia dan mereka juga berupaya untuk mengembalikan psikologis anak korban gempa, pengembalian psikologis anak memang harus sesegera mungkin sehingga anak tidak berlarut-larut dalam kesedihan,” kata Akhiruddin usai melihat langsung kegiatan Trauma Healing yang dilakukan GGD Lombok Tengah di posko pengungsian Dusun Pansor Kuni Jati, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Sabtu (18/08/2018).

Lebih lanjut alumni Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) Sumba Timur NTT tersebut menjelaskan dengan adanya GGD harapannya betul-betul bisa memberikan perubahan dan berkontribusi positif di masyarakat. Dia juga memberikan semangat kepada anak-anak pengungsian agar peristiwa ini dapat kita ambil hikmahnya agar kita semua diberikan kesabaran dan ketabahan.

"Semangat tidak boleh kendor untuk melangkah menuju kehidupan yang cerah kedepannya, anak-anak harus tetap melanjutkan sekolah dan orang tua diharapkan selalu mendukung semangat anak-anaknya untuk menggapai cita-cita" papar pemuda asal Makasar tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Aan Bagus Budianto, S.Pd.Gr Ketua Pelaksana Peduli Gempa GGD Lombok Tengah. Tujuan kegiatan trauma healing ini adalah karena rasa keprihatinan kita melihat anak-anak korban gempa bumi Lombok yang tidak bisa sekolah akibat sekolah mereka rusak, sehingga kita berusaha mengembalikan psikologis dan semangat mereka untuk bersekolah, seiring berjalannya waktu kita melihat masyarakat juga sangat membutuhkan bantuan logistik, karena memang lokasi pengungsian yang kita kunjungi adalah lokasi yang terpencil dan berada di daerah pegunungan.

"Dalam pemberian trauma healing ini kami sudah melaksanakan di 7 titik pengungsian yang daerahnya terpencil di wilayah Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Tengah dan Kab. Lombok Timur. Pada pelaksanaan trauma healing kita mengajak anak-anak bermain game, menggambar, pemberian motivasi, menulis curahan hati, pembagian hadiah berupa pemberian alat tulis agar mereka semangat kembali untuk bersekolah dan diakhir acara ditutup dengan kegiatan makan bersama serta penyerahan sembako" Ujar guru muda asal Kabupaten Kediri Jawa Timur tersebut(Yp).

Posting Komentar

0 Komentar