Korban Fotografer Cabul "Mastenk" Diminta Segera Lapor Polisi

Lumajang,(DOC)-Kasus pelecehan seksual terhadap anak yang viral di account Facebook atas nama Mastengsangmaster, untuk itu Satreskrim Polres Lumajang meminta kepada para korban untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH MHum meminta kepada masyarakat luas, agar jangan takut melakukan pelaporan jika pernah merasa menjadi korban para pelaku ini.

"Masih ada 4 orang korban pelapor, kami juga mempersilahkan jika ada yang merasa jadi korban para pelaku ini. Kami jamin keselamatan korban. pihaknya akan melindungi kerahasiaannya dari berbagai sumber," terangnya, kepada sejumlah awak media.


Baca juga : Polisi Amankan 3 Pelaku Fotogafer Bugil, Ini Pengakuannya Kepada Polisi 


Dari keterangan tersangka kepada polisi sudah ada 40 model talent yang sudah menjadi korban."Sampai saat ini masih ada 4 orang yang sudah melaporkan ke Polisi," ujar Hasran.



Lebih lanjut, mantan Kasat Reskoba Polres Jombang, modus pelaku ini sebagai profesi  photografer dan pemilik account Facebook Mastengsangmaster dalam menjalankan tugas profesi menjalin pertemanan dengan Anak perempuan yang dikenal melalui media sosial selanjutnya diajak hunting pro model hingga tanpa busana.

"Hasilnya photografer dijadikan sebagai sarana memaksa anak untuk menuruti kehendak pelaku dalam melakukan perbuatan cabut secara bersama sama dan persetubuhan yang apabila korban menolak diancam photo tanpa busana akan di viralkan oleh pelaku," jelas Hasran.


Saat ini Mastenk pemilik akun FB Mastenk Sangmaster dan instragram mastenksangmaster bersama kedua rekannya yakno Ahmat Rostandi al Krai Shoot pemilik account Instagram ar_kraishoot) sebagai orang yang melakukan persetubuhan terhadap anak, dan Ahmad Nuril Lakis (24) sebagai juru camera yang menjadikan anak sebagai obyek saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Lumajang.

Ada tiga Perbuatan Pidana yang terjadi, Yang Melibatkan Anak dalam kegiatannya sebagai obyek yang mengandung pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 Jo Pasal 11 UU No. 44 Tahun 2008.Tentang Pornografi, Perbuatan Cabul terhadap Anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, Persetubuhan terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan terhadap Anak.

"Pastinya ketiga tersangka kami kenakan pasal berlapis, karena tindak pidananya sudah memenuhi unsur dari beberapa pasal dan Undang-undang tindak pidana dan PPA," Tegasnya.

Lebih lanjut, AKP Hasran menjelaskan, pelaku ini melakukan kegiatan sudah 2 tahun yakni mulai tahun 2016 sampai 2018. Obyek Photo Pro Model mayoritas perempuan/Anak yang berdomisili di Lumajang,  Jember dan Malang yang dikenal melalui jaringan media sosial dan diajak hunting photo pro model

Sedangkan lokasi tempat pemotretan, kuburan cina kelurahan Rogotunan kec/Kab.Lumajang, rumah kosong di jalan Pelita, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, rumah kosong di Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dan Loji nPG Jatiroto, Desa Kaliboto Kidul, Jatiroto.

"Ada juga di wisata Sumberwuluh, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Wisata Mbah Singo Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Bangunan Gedung bekas Plaza, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember," Pungkasnya. (Mam)


Posting Komentar

0 Komentar